Senin, 09 Agustus 2010
Rabu, 04 Agustus 2010
Belajar Linux: Dasar
Thread ini Saya khususkan untuk mengenal Linux dari dasar. Untuk pengenal Linux tingkatan menengah dan lanjutan akan Saya buatkan dalam thread lanjutan tersendiri. Thread ini akan membahas mengenai perintah-perintah dasar Linux. Tetapi maaf, thread ini tidak membuat cara installasinya, silakan lihat thread yang lain untuk mengetahui cara installasinya. Dan karena keterbatasan waktu Saya, maka thread ini akan Saya lengkapi dalam beberapa hari, jadi tidak akan diselesaikan dalam 1 waktu. Tidak jadi masalah khan?
Distro Linux yang akan Saya gunakan dalam contoh ini adalah Linux Mandriva 2006, untuk Linux yang lain pun sama saja caranya, perbedaannya sangat sedikit kok. Oh iya, dalam pembahasan ini Saya akan mengajarkan Linux secara text based, bukan GUI. Karena menurut Saya, kekuatan utama Linux terletak dari CLI (Common Line Interface).
Harap maklum jika pembahasannya kurang jelas, karena Saya pun masih awam di Linux dan belum mahir menggunakan Linux. Jadi mari Kita lengkapi thread ini mengenai dasar-dasar Linux.
Daftar Pembahasan:
Struktur Folder di Linux
Persiapan Installasi Linux
Perintah Dasar Linux
Fungsi Keyboard di Linux
Membuat user dan group
User Permissions file dan direktori di Linux
Memberikan permission kepada file dan direktori
Contoh kasus User Permission
Menggunakan VI Teks Editor
Instalasi Program di Linux
Harddisk dan Mounting
Konfigurasi Printer
Bash Shell
Struktur foder di Linux:
Seperti Windows yang mempunyai struktur folder tersendiri (mis: \Windows, \Program files, \Document and settings), di Linux pun mempunyai struktur file tersendiri. Berikut adalah struktur folder yang ada di Linux
/ = root
|-bin = binary
|-boot = kernel save
|-etc = file-file konfigurasi
|-home = user data file
|-lib = library
|-usr = aplikasi
|-var = mail/log/database
|-mnt = mount point
|-tmp = temporary
|-sbin = binary super user
Persiapan Installasi Linux (Mandriva 2006):
Media untuk insallasi dapat berupa: CD/DVD, HDD dan Network (ftp, http, nfs)
Partisi di Linux, minimal terdiri dari 2 partisi, yaitu:
Partisi / (root)
Partisi ini digunakan sebagai system dari Linux itu sendiri. Partisi ini dapat bertipe: ext3, ext2, reiserfs, dsb. Saya menyarankan menggunakan tipe partisi ext3, karena bersifat Journalized FS.
Partisi swap
Partisi ini digunakan sebagai virtual memory, bila RAM yang ada tidak mencukupi. Ukuran minimal yang disarankan adalah 2X ukuran RAM, tetapi bila RAM Anda di atas 1 GB, tidak harus 2X ukuran RAM.
Partisi home
Partisi home ini tidak mesti ada, tetapi Saya menyarankan untuk membuat partisi ini, karena dengan adanya partisi ini, maka dokumen-dokumen Anda akan dipisahkan dari partisi / (root). Apa keuntungannya? Bila Linux Anda diinstall ulang, atau berganti windows, maka data Anda tidak akan hilang. Ini sama saja dengan Anda membuat 2 partisi di Windows, yaitu partisi untuk Windows dan partisi untuk dokumen Anda. Partisi home ini dapat bertipe ext3, ext2, reiserfs, dsb.
Bagi Anda yang menggunakan CD/DVD untuk installasi Linux, maka Anda cukup boot dari CD/DVD tersebut untuk melakukan installasi. Karena CD/DVD Linux pada umumnya bersifat bootable
Tetapi bagi Anda yang ingin melakukan install via jaringan (network), Anda cukup membuat boot disk ataupun bootable Flash Disk. Pembuatan boot disk harus dilakukan di komputer yang telah terinstall Linux. Berikut caranya:
Untuk membuat boot disk, diperlukan file network.img dan network_drivers.img. Untuk membuat bootable Flash Disk, diperlukan file all.img. Biasanya file-file tersebut terletak di direktori install/images yang berada di CD/DVD Mandriva atau di direktori Mandriva yang terletak di server.
Copy file tersebut ke disket atau ke flash disk, caranya adalah sebagai berikut:
Untuk disket, harap format dulu disketnya. Ini untuk menghindari error yang terjadi pada disket. Cara format disket, ketik di Console: mformat a:
Kemudian, image yang sudah dibuat tersebut harus dicopy ke disket atau flash disk. Untuk disket, copy image tersebut dengan perintah:
$ dd if=network.img of=/dev/fd0
$ dd if=network_drivers.img of=/dev/fd0
Network.img untuk disket 1 (Disket booting) dan network_drivers.img untuk disket 2.
Untuk flash disk, copy image tersebut dengan perintah:
# dd if=all.img of=/dev/sda1
Perhatikan tanda $ dan #. Tanda $, artinya Anda login sebagai user biasa, sedangkan tanda # artinya Anda login sebagai root.
Setelah disket/flash disk booting selesai dibuat, Anda tinggal boot komputer menggunakan disket atau flash disk tersebut, selanjutnya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Cara installasi-nya silakan lihat thread yang lain.
Perintah dasar Linux:
Keterangan:
Perintah Linux = Perintah DOS = Keterangan perintah
ls = dir = melihat isi file
clear = cls = membersihkan tampilan di layar monitor
cp = copy = menyalin file
mv = ren, move = mengubah nama file, dan bisa juga untuk memindahkan file ke direktori tertentu
cd = cd = berpindah direktori (jika tanpa parameter akan menuju ke home direktori)
mkdir = md = membuat direktori
rmdir = rd = menghapus direktori kosong
cat = type = melihat isi file
rm = del = menghapus file atau direktori
pwd = cd = melihat direktori aktif saat ini
more = more = melihat tampilan per halaman
grep = <> = menyaring tampilan atau file berdasarkan kata tertentu
free = mem = melihat informasi memory
Jika di DOS untuk menampilkan keterangan suatu perintah digunakan /?, maka di Linux dapat menggunakan perintah man. Contoh, untuk mengetahui fungsi dari perintah ls, maka dapat menggunakan man ls
Untuk menampilkan daftar perintah yang ada di linux, gunakan perintah info.
Beberapa contoh penggunaan perintah dasar Linux:
Menampilkan daftar file atau direktori
ls -a = Melihat semua file atau direktori termasuk yang disembunyikan (diawali dengan tanda . (titik))
ls -l = Menampilkan file dan direktori dalam tampilan lengkap, termasuk ukuran, tanggal modifikasi, pemilik, group dan mode atributnya
ls -R = Menapilkan semua file atau direktori. Jika terdapat direktori, isi direktori itu akan ditampilkan juga
Membuat direktori beberapa level dalam 1 perintah. Contohnya direktori yang mempunyai susunan seperti ini:
Komputer
|-Hardware
|-CPU
|-Memori
|-HDD
|-Software
|-OS
|-Office
Maka Anda dapat menggunakan perintah berikut:
$ mkdir -p Komputer/{Hardware/{CPU,Memori,HDD},Software/{OS, Office}}
Untuk melihat strukturnya, gunakan perintah tree (bila tidak ada, install dulu tree-nya dengan perintah urpmi tree)
Untuk menghapus direktori Komputer termasuk yang berada di bawahnya (di DOS dilakukan dengan perintah deltree), gunakan perintah
$ rm -rf Komputer
Parameter -rf artinya adalah menghapus seluruh direktori yang berada di dalamnya (-r) tanpa bertanya lagi (-f).
Membuat file dan melihat isinya:
Membuat file dapat dilakukan dengan perintah cat, caranya hampir sama dengan perintah DOS (via copy con namafile), caranya adalah
$ cat > namafile
Untuk menyimpan file tersebut, tekan ^D.
Melihat isi file, dilakukan dengan perintah cat namafile
Melihat isi file tetapi hanya 10 baris pertama saja head namafile
Melihat isi file tetapi hanya 10 baris terakhir saja tail namafile
Melihat isi file tetapi hanya 5 baris pertama saja head -5 namafile
Melihat isi file tetapi hanya baris 5 saja head -5 namafile | tail -1
Perintah Pause:
Di Linux ada 2 macam perintah untuk melihat tampilan daftar/isi file per layar. Perintah tersebut adalah more dan less
Perbedaan more dengan less terletak pada apa yang ditampilkan dalam jumlah besar. Perintah more hanya dapat melihat tampilan per layar tanpa bisa melihat apa sudah ditampilkan, jadi tidak bisa scroll ke atas untuk melihat tampilan yang telah lewat.
Perintah less, lebih lengkap dari more karena less dapat melihat tampilan yang telah lewat dengan menggunakan panah atas.
Fungsi Keyboard di Linux
Ctrl+Alt+Fn = (n=1..6) Pindah ke terminal ke-n. Kita dapat menjalankan beberapa terminal sekaligus, jadi artinya Kita bisa login sebanyak 6 kali secara simultan dalam terminal/konsol
Ctrl+Alt+F7 = Pindah ke Xwindow yang telah berjalan
Ctrl+Alt+Del = Restart komputer
Ctrl+Alt+Backspace = Mematikan Xwindow server (dalam Xwindow), perintah ini berguna bila Xwindow rusak sehingga tidak dapat keluar secara normal.
Ctrl+c = membatalkan proses yang sedang berjalan
Ctrl+d = Mengirim pesan EOF (End of File) kepada proses yang sedang berlangsung
Panah Atas = Menampilkan kembali daftar perintah yang telah Kita ketik.
~ = direktori user
| (pipeline) = fungsinya sama dengan yang berada di DOS, yaitu untuk menjalankan beberapa perintah bersamaan. Tetapi perintah setelah pipeline akan menggunakan masukan yang dihasilkan oleh perintah sebelum pipeline. Contoh: ls | grep Desktop, artinya adalah perintah grep akan menyaring semua keluaran yang dihasilkan oleh perintah ls. Jadi output perintah ls menjadi input untuk perintah grep.
Perintah Informasi System di Linux
pwd = menampilkan direktori aktif saat ini.
hostname = Menampilkan nama komputer yang sedang digunakan
whoami = Menampilkan nama login Kita
who = Menampilkan pengguna yang sedang aktif
id username = Menampilkan ID user dan ID Group
last = Menampilkan daftar user yang login terakhir kali
ps = Menampilkan proses saat ini yang dijalankan oleh user yang sedang aktif. Jika ditambahkan parameter axu, maka proses yang ditampilkan adalah proses yang dijalankan oleh masing-masing user.
top = sama seperti ps, tetapi diurutkan berdasarkan penggunaan CPU
free = Informasi memori, termasuk RAM dan Virtual Memory
df -h = Menampilkan kapasitas HDD (df=disk free)
du -bh = Menampilkan detail pemakaian HDD untuk setiap subdirektori (du=disk usage)
Membuat user dan group
Sistem operasi Linux dari awalnya memang sudah dirancang untuk bekerja dengan banyak user, artinya adalah di Linux Kita bisa melakukan login dengan berbagai nama user, dan tentu saja dengan hak yang berbeda-beda dan hak akses yang berbeda pula untuk file dan direktori.
Tidak hanya membuat user saja, tetapi semua user yang ada dapat dikelompokkan. Contohnya, Kita dapat mengelompokkan user berdasarkan departemen yang ada di perusahaan, contohnya group Marketing, Purchasing, Finance, Accounting, dsb.
Sekarang bagaimana caranya kita membuat user dan group di Linux? Caranya cukup mudah, dan seperti Saya beritahukan di awal thread, Kita akan melakukan semuanya melalui command line atau biasa disebut text based.
Membuat user, gunakan perintah # useradd NamaUser
Perintah tersebut akan membuat user baru sesuai dengan nama user yang kita masukan. Perhatikan juga bahwa pembuatan user tersebut akan membuatkan 1 direktori sesuai dengan nama user tersebut pada direktori /home. Selain itu, default group user ini adalah nama user itu juga.
Melihat daftar user yang ada, perintahnya # cat /etc/passwd
Daftar user tersebut, nantinya akan berbentuk seperti ini
Quote:guest:x:500:500:guest:/home/guest:/bin/bash
Dari daftar tersebut, terlihat kalau daftar tersebut terbagi menjadi 7 kolom/bagian yang dipisahkan oleh tanda : (titik dua).
Kolom 1 berisi username
Kolom 2 berisi password (hanya ditandi dengan tanda ‘x’ yang berarti mempunyai password)
Kolom 3 berisi UID (user ID), UID ini selalu dimulai dari 500
Kolom 4 berisi GID (Group ID), GUID ini juga selalu dimulai dari 500
Kolom 5 berisi Full name user
Kolom 6 berisi home direktori user
Kolom 7 berisi shell user tersebut
Melihat password user dalam bentuk terekripsi, perintahnya # cat /etc/shadow
Menghapus user, gunakan perintah # userdel namauser
Perintah ini akan menghapus user yang kita masukan, tetapi tidak menghapus direktori user di folder /home.
Menghapus user dan folder home-nya, gunakan perintah # userdel -r namauser
Membuat Group, gunakan perintah # groupadd NamaGroup
Perintah tersebut akan membuat suatu group baru. Saat baru dibuat group ini akan kosong, artinya tidak ada anggota pada group ini. Seperti penjelasan di atas, bahwa setiap pembuatan GID ini akan dimulai dari 500. Sekarang bagaimana jika kita ingin memberikan GID ini dengan 700? Gunakan perintah # groupadd -g 700 NamaGroup.
Melihat daftar group yang ada, gunakan perintah # cat /etc/group
Menambahkan user ke group tertentu, perintahnya # usermod -G NamaGroup NamaUser
Menghapus Group, gunakan perintah # groupdel NamaGroup
User Permissions file dan direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Kita bisa menentukan user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
d rwx rwx rwx
Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya adalah:
d = direktori
- = regular file
l = link file
Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
Segmen 3 menandakan permission untuk group
Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file atau direktori.
x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
drwxrwxr–
maka hal ini berarti bahwa:
Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing (rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
-rw-r—–
File tersebut (karena diawali tanda - yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena tidak ada permission untuk execute (x)
File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak dapat dieksekusi
File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang lain.
Memberikan permission kepada file dan direktori
Kita sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Kita belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut. Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang digunakan terdiri dari:
u = owner
g = group
o = others
a = all
+ = menambahkan permission
- = mengurangi permission
r = permission untuk membaca (read)
w = permission untuk menulis (write)
x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus kita berikan adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus kita berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Kita juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf kita bisa memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk permission others. Symbol angkanya adalah:
4 = untuk permission baca (read)
2 = untuk permission tulis (write)
1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika kita ingin memberikan permission seperti ini kepada user
drw-r-xr—
maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
Quote:$ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
Quote:$ chmod 654 file
Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.
Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
Quote:$ chmod u-x, g-w,g+x file
atau
Quote:$ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru NamaFileAtauDirektori
Contoh kasus User Permission
Untuk lebih jelasnya, Kita akan langsung masuk ke contoh kasus saja.
Kita akan membuat 1 group dengan nama IT Dan juga membuatkan user dengan nama-nama: Benny, Budi, dan Iwan. Dan ingat jangan lupa untuk memberikan password. Perintahnya:
# groupadd it
# useradd benny
# passwd benny
# useradd budi
# passwd budi
# useradd iwan
# passwd iwan
Kecuali Iwan, user-user tersebut adalah anggota dari group IT. Perintahnya:
# usermod -G it benny
# usermod -G it budi
Selanjutnya adalah membuatkan direktori untuk group dimana setiap anggota group it dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut, tetapi tidak untuk user atau group lainnya. Dan setiap file atau direktori yang berada di dalamnya harus mempunyai hak akses yang sama dengan direktori tersebut, yaitu dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut.
Perintahnya:
# mkdir /home/it
# chgrp it /home/it
# chmod g+rwxs, o-rwx /home/it (atau ditulis # chmod 2770 /home/it)
Perhatikan ternyata untuk permissionnya ada tambahan hurus ’s’ dan dalam symbol angka menjadi 4 digit. Huruf ’s’ (atau angka 4 di symbol angka) berarti special permission. Efek dari special permission ini adalah, bila direktori tersebut sudah kita set groupnya menjadi it, maka setiap file atau direktori yang berada di dalamnya yang dibuat setelah permission dibuat, maka groupnya pun akan mengikuti direktori utamanya.
Jika menggunakan symbol angka, maka special permission ini diletakan pada digit pertama. Berarti digit kedua adalah untuk permission owner, digit ketiga untuk permission group dan digit keempat untuk permission others. Bila tidak ada special permission, maka Kita dapat menuliskan dalam format 3 digit. Untuk symbol angka, berikut adalah artinya:
4 = u+s
2 = g+s
1 = sticky bit (artinya yang bisa menghapusnya hanya owner, untuk symbol huruf ditandai dengan huruf ‘t’).
Sekarang cobalah untuk login dengan user benny, dan cobalah untuk membuat file apa saja di direktori /home/it.
Lalu cobalah login dengan user budi, editlah file tersebut. Ternyata user budi dapat mengedit file tersebut. Hal ini karena group file tersebut adalah it, dimana akses group tersebut adalah read, write dan execute.
Sekarang coba login dengan user iwan, dan coba edit file yang dibuat oleh user benny tadi. Ternyata tidak bisa. Bahkan user iwan tidak bisa masuk ke direktori /home/it sama sekali. Hal ini terjadi, karena user iwan bukan merupakan anggota group it.
Menggunakan VI Teks Editor
Ada banyak teks editor yang tersedia di Linux, mulai dari yang berbasis CLI hingga yang berbasis GUI. Beberapa teks editor tersebut adalah
vi
emacs
joe (bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan wordstar/ws, joe ini mirip sekali dengannya)
pico
dll
Vi teks editor ini terdiri dari 2 macam mode, yaitu editing dan command. Saat berada dalam mode editing, Kita bisa mengedit file yang kita buat, seperti menambah, menghapus atau mengedit teks.
Saat berada dalam mode command, artinya kita bisa memberikan perintah-perintah kepada vi. Perintah-perintah yang dimaksud itu seperti perintah keluar, simpan, copy, delete, dsb. Command ini juga bisa dalam bentuk visual. Saat berada dalam mode visual, kita bisa melakukan blok terhadap baris-baris tertentu dan melakukan copy terhadap baris tersebut dan sebagainya.
Untuk masuk ke dalam mode editing, kita dapat menekan tombol i. Untuk berpindah mode, dari mode editing ke mode command, Kita dapat menekan tombol ESC.
Membuat dan membuka file
Untuk membuat atau membuka file, dapat dilakukan dengan perintah:
$ vi nama_file
Jika nama file yang diberikan adalah nama file baru (filenya belum ada), maka artinya kita akan membuat file baru. Tetapi jika nama filenya sudah ada, artinya kita akan membuka file tersebut.
Berikut beberapa perintah lainnya dalam membuka file:
$ vi +n nama_file
Untuk membuka file langsung pada nomor baris n
$ vi + nama_file
Untuk membuka file langsung pada baris terakhir
$ vi +/kata nama_file
Untuk membuka file langsung pada kata pertama yang ditemukan
$ vi -R nama_file
Membuka file dalam modus baca, dan tidak untuk diedit. Perintahnya juga bisa dilakukan dengan perintah $ view nama_file
Keluar dan menyimpan
Untuk keluar dari vi, tekan tombol ESC kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol :q dan diakhiri dengan ENTER
Bila file telah sempat diedit, dan Kita ingin keluar tanpa menyimpannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tekan ESC, dilanjutkan dengan tombol :q! dan diakhiri dengan ENTER
Untuk menyimpan dan keluar dari vi, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :wq
Untuk menyimpan tanpa keluar, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :x
Perintah-perintah pengeditan
Menggerakkan kursor
0 = Pindah ke awal baris
$ = Pindah ke akhir baris
w = Pindah ke kata selanjutnya
b = Pindah kembali ke kata sebelumnya
a = Untuk menyisipkan karakter
c = untuk memotong kata atau baris
p = Untuk menyalin kata atau kalimat yang terpotong (paste)
yy = Untuk menyalin 1 baris.
2yy = Untuk menyalin 2 baris.
dd = Untuk menghapus baris.
2dd = Untuk menghapus 2 baris
Untuk melakukan copy+paste secara visual, dapat dilakukan dengan cara menekan tombol v, blok baris yang akan dicopy, kemudian tekan y. Letakkan kursor ke tempat tujuan dan tekan p.
Mengedit teks
cw = Menghapus satu kata di depan kursor
c2b = menghapus 2 kata sebelumnya
c$ = menghapus satu baris di depan kursor
c0 = menghapus satu kata di belakang kursor
~ = mengubah huruf kecil menjadi huruf besar
u = Undo, melakukan pembatalan terhadap editing terakhir.
A = menyisipkan karakter di akhir baris
I = menyisipkan karakter di awal baris
o = membuka baris kosong di bawah kursor
O = membuka baris kosong di atas kursor
s = menghapus karakter pada kursor dan menukar teks
S = menghapus baris dan menukar teks
R = menempati karakter, kata, kalimat ke dalam baris yang telah dibuat.
J = menggabungkan dua baris.
Menukar teks
Format umum perintah menukar teks ini adalah:
:s///option
Option yang dapat diberikan adalah
g = mencari kata secara global
i = mengabaikan huruf besar/huruf kecil
Contoh:
Kita akan mengganti kata “baris” menjadi kata “line”, maka perintahnya:
Quote::1,$s/baris/line/g
Mencari kata
/cari = mencari kata pertama di depan kursor yang sama dengan cari
?cari = mencari kata pertama di belakang yang sama dengan cari
n = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah sebelumnya
N = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah setelahnya.
Instalasi Program di Linux
Instalasi di Linux terdiri dari 2 macam, yaitu instalasi dari repositori dan instalasi program tambahan (non repositori). Instalasi dari repositori artinya Kita akan menginstall program-program tambahan yang sudah disediakan oleh distro Linux tersebut, seperti dari CD/DVD atau dari server (dan mirrornya) distro itu sendiri.
Instalasi program tambahan (non repositori), artinya Kita akan menginstall program-program lain yang tidak terdapat di distro Linux tersebut atau bisa juga kita akan menginstall program-program yang berada di distro tersebut, tetapi mempunyai versi yang berbeda.
Installasi Dari Repositori
Untuk installasi dari repositori, tergantung dari distro yang kita gunakan, karena masing-masing distro mempunyai perintahnya masing-masing. Berikut beberapa perintah yang ada di beberapa distro:
Mandriva = urpmi
Red Hat & Fedor = yum
OpenSUSE & SUSE = yast2
Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu = apt-get
PCLinuxOS = apt-get
Contoh:
Instalasi tree di Mandriva, urpmi tree
Instalasi webmin di PCLinuxOS, apt-get install webmin
Installasi Program Tambahan (non repostori)
Ada kalanya Kita tidak menemukan aplikasi yang kita inginkan di distro Linux yang kita gunakan, atau aplikasi yang kita inginkan memang ada, tetapi kita membutuhkan versi yang lebih tinggi. Di saat seperti itulah Kita perlu menginstall program tambahan (non repositori) tersebut. Installasi program tambahan ini pun tergantung dari turunan distro yang kita gunakan.
Secara umum, distro Linux yang ada saat ini dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu:
Turunan Red Hat (mempunyai installer yang berbentuk .rpm)
Turunan Debian (mempunyai installer yang berbentuk .deb)
Turunan Slackware (mempunyai installer yang berbentuk .tgz)
Dalam pembahasan ini, Kita akan menggunakan installer yang berbentuk .rpm. Perintah untuk menginstall paket .rpm adalah rpm -ivh NamaPaket. Parameter i berarti Kita akan melakukan installasi.
Parameter v berarti semua progress akan ditampilkan ke layar.
Parameter h berarti tampilan progressnya dalam bentuk bar, sehingga akan kelihatan persentasenya.
Untuk mengupgrade paket .rpm, gunakan parameter U untuk menggantikan parameter i. Untuk menghapus aplikasi, gunakan parametera e.
Penjelasan dan contoh yang lebih lanjut mengenai installasi paket .rpm ini akan dijelaskan dalam thread lanjutan setelah thread ini. Di thread lanjutan nanti, akan dijelaskan cara install paket .rpm yang lebih lengkap, termasuk installasi yang membutuhkan dependensi, dan installasi melalui source code.
Cara installasi lebih lanjut menggunakan RPM dapa dilihat di sini dan cara installasi dengan menggunakan source code juga bisa dilihat di sini
Instalasi Dengan Menggunakan RPM
Installasi program non paket (yang tidak terdapat di repositori) dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
Instalasi dengan binary
Paket binary akan diinstal di /usr/bin atau /usr/sbin
Instalasi dengan kode sumber
Paket kode sumber akan diinstal di /usr/local
Untuk mencari lokasi suatu program gunakan perintah:
Quote:# whereis NamaProgram
Postingan ini akan membahas cara installasi menggunakan binary, lebih tepatnya menggunakan RPM. Cara instalasi menggunakan kode sumber program akan dibahas di postingan selanjutnya.
RPM atau Redhat Package Manager merupakan salah satu utilitas untuk pemaketan program. RPM digunakan di Linux Redhat dan variannya seperti Mandriva, Suse, PCLinuxOS, dsb. Untuk yang berbasis Debian, biasanya menggunakan dpkg.
Beberapa penggunaan yang penting satu utilitas pemaketan program adalah:
Instalasi paket program
Upgrade paket program
Menghapus paket program
Informasi paket program
Dokumentasi
Paket berbentuk RPM biasanya berbentuk sebagai berikut:
Quote:NamaPaket.Versi.Arch.rpm
contoh
samba.3.0.2.i386.rpm
Keterangan:
Nama Paket adalah nama paket yang akan diinstall
Versi adalah versi dari paket yang akan diinstall
Arch adalah arsitektur komputer yang didukung
Format yang umum untuk installasi adalah
Quote:rpm -ivh NamaPaket
Keterangan parameter:
i = untuk melakukan installasi
v= Verbose, agar tampilannya dapat dimunculkan di layar
h= hash, untuk menampilkan progress bar untuk menggambarkan proses installasi
Untuk melakukan upgrade, Anda dapat mengganti parameter i dengan parameter U. Untuk melakukan penghapusan, Anda dapat mengganti parameter i dengan parameter e.
Contoh:
Upgrade paket program
Quote:# rpm -Uvh samba.3.0.2.i386.rpm
Menghapus paket program
Quote:# rpm -evh samba.3.0.2.i386.rpm
Melihat paket yang telah terinstall
Quote:$ rpm -qa
Melihat informasi paket yang belum terinstall
Quote:$ rpm -qilp samba.3.0.2.i386.rpm
Keterangan
i = Information
l = List
p = Packet
Sekarang Kita akan mencoba melakukan installasi OpenOffice 2.2.1:
Ekstrak file OpenOffice yang telah didownload dengan perintah
Quote:# tar -zxvf OOo_2.2.1_LinuxIntel_install_wJRE_en-US.tar.gz
Setelah diekstrak, maka akan tercipta 1 folder baru dengan nama OOF680_m18_native_packed-1_en-US.9161
Masuk ke direktori RPMS dengan perintah
Quote:# cd OOF680_m18_native_packed-1_en-US.9161/RPMS
Selanjutnya tinggal melakukan installasi, dengan perintah
Quote:rpm -ivh openoffice.org-*
Hasilnya akan tampak sebagai berikut:
Quote:Preparing… ########################################### [100%]
1: openoffice.org-core08 ########################################### [ 4%]
2: openoffice.org-core07 ########################################### [ 7%]
3: openoffice.org-core06 ########################################### [ 11%]
4: openoffice.org-core01 ########################################### [ 14%]
5: openoffice.org-core03 ########################################### [ 18%]
6: openoffice.org-core04 ########################################### [ 21%]
7: openoffice.org-core05 ########################################### [ 25%]
8: openoffice.org-core05u ########################################### [ 29%]
9: openoffice.org-core04u ########################################### [ 32%]
10: openoffice.org-core03u ########################################### [ 36%]
11: openoffice.org-pyuno ########################################### [ 39%]
12: openoffice.org-base ########################################### [ 43%]
13: openoffice.org-calc ########################################### [ 46%]
14: openoffice.org-core02 ########################################### [ 50%]
15: openoffice.org-core09 ########################################### [ 54%]
16: openoffice.org-core10 ########################################### [ 57%]
17: openoffice.org-draw ########################################### [ 61%]
18: openoffice.org-emailmer########################################## # [ 64%]
19: openoffice.org-gnome-in########################################### [ 68%]
20: openoffice.org-graphicf########################################## # [ 71%]
21: openoffice.org-impress ########################################### [ 75%]
22: openoffice.org-javafilt########################################## # [ 79%]
23: openoffice.org-kde-inte########################################### [ 82%]
24: openoffice.org-math ########################################### [ 86%]
25: openoffice.org-onlineup########################################## # [ 89%]
26: openoffice.org-testtool########################################## # [ 93%]
27: openoffice.org-writer ########################################### [ 96%]
28: openoffice.org-xsltfilt########################################## # [100%]
Instalasi sebenarnya sudah selesai, tetapi Ooo ternyata belum muncul di Menu, untuk menampilkannya, gunakan perintah:
Quote:# cd desktop-integration/
Jika dilihat akan ada berbagai macam installer, seperti di bawah ini:
Quote:openoffice.org-debian-menus_2.2-9153_all.deb
openoffice.org-redhat-menus-2.2-9153.noarch.rpm
Hasilnya akan tampak seperti ini:
Quote:Preparing… ########################################### [100%]
1: openoffice.org-redhat-m########################################### [100%]
***
* Updating MIME database in /usr/share/mime…
Wrote 504 strings at 20 - 29ec
Wrote aliases at 29ec - 2be8
Wrote parents at 2be8 - 35e4
Wrote literal globs at 35e4 - 3640
Wrote suffix globs at 3640 - 6b48
Wrote full globs at 6b48 - 6b6c
Wrote magic at 6b6c - c97c
Wrote namespace list at c97c - c98c
***
/usr/bin/gtk-update-icon-cache
/usr/bin/gtk-update-icon-cache
Instalasi Ooo 2.2.1 telah selesai dilakukan, Anda dapat mencoba untuk menjalankan aplikasi Ooo ini. Karena ini adalah versi baru, maka bila ada Ooo versi lebih awal (misal 2.0), maka di komputer Anda akan ada 2 versi Ooo.
Sekarang kita akan mencoba melakukan instalasi dimana installer tersebut membutuhkan dependencies:
install paket seperti biasa
Ketika paket tersebut meminta dependencies, cek dulu apakah kita mempunyainya atau tidak. Pengecekan dapat dilihat di /usr/lib.
Bila tidak ada library tersebut atau versi libray tersebut ternyata lebih rendah, Anda harus menginstallnya. Untuk mandriva bisa menggunakan urmpi, Redhat dengan yum, SUSE dengan yast, Debian dengan apt-get, dsb.
Bila ternyata libary yang kita punya lebih tinggi dari yang diminta oleh paket tersebut, Kita harus melakukan beberapa trik agar bisa diterima. Berikut caranya:
Quote:Buat link file, dengan perintah:
# ln -s FileDependencies FileLink
Keterangan
FileDepencies = Adalah file dependencies yang kita miliki, yaitu yang memilik versi lebih tinggi.
FileLink = Adalah file link yang kita buat agar paket tersebut dapat mengenalinya. Nama file dari FileLink ini harus sama dengan nama file yang diminta oleh paket tersebut.
Setelah dependencies yang dibutuhkan telah ada, Anda dapat melakukan instalasi ulang. Tetapi bila ternyata dependencies yang dibutuhkan lebih rendah dari yang Kita miliki, maka perintah untuk melakukan instalasi ulang adalah:
Quote:# rpm -ivh NamaPaket –nodeps
Instalasi Dengan Menggunakan Kode Sumber
Unuk melakukan instalasi dengan kode sumber (source code) tidak terlalu susah, berikut adalah caranya:
Ekstrak paketnya. Ada 2 macam kompresi yang umum di Linux, yaitu .tar.gz dan .tar.bz2.
Untuk mengekstrak file dengan extensi .tar.gz, perintahnya
Quote:$ tar -zxvf namapaket.tar.gz
Untuk mengekstrak file dengan extensi .tar.bz2, perintahnya
Quote:$ tar -jxvf namapaket.tar.bz2
Konfigurasi paketnya
Masuk ke direktori yang dihasilkan dari hasil ekstrak tadi
Quote:$ cd DirektoriPaket
Cek kompiler, compile dan install program dengan perintah berikut
Quote:# ./configure
# make
# make install
Langkah-langkah di atas adalah langkah yang umum, bisa saja tiap-tiap paket mempunyai cara yang berbeda, karena itu sangat disarankan untuk membaca petunjuknya terlebih dahulu.
Bila saat installasi, ternyata membutuhkan compiler (misalnya: GTK+2), install paket tersebut, tetapi pilih yang devel. Contoh:
Quote:urpmi gtk+2-devel
Melakukan uninstall, masuk ke direktori paket tersebut
Quote:#make uninstall
Bila ternyata direktori paket tersebut telah dihapus, maka kita harus mengekstrak paketnya terlebih dahulu, kemudian melakukan perintah sebagai berikut
Quote:# ./configure
# make uninstall
Harddisk dan Mounting
Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya HDD dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang menggunakan IDE dan menggunakan SATA.
Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya gampang. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.
Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:
Primary Master (hda)
Primary Slave (hdb)
Secondary Master (hdc)
Secondary Slave (hdb)
Terlihat kalau urutannya di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.
Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.
Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:
Primary Master
Primary Partition #1 (hda1)
Primary Partition #2 (hda2)
Extended Partition (hda5)
Logical Partition #1 (hda6)
Logical Partition #2 (hda7)
Secondary Slave
Primary Parttion #1 / CD-ROM (hdd1)
Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6. Dari mana angka tersebut? Kita tahu bahwa primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.
Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf s, dimana untuk IDE diawali dengan huruf h.
Untuk membaca HDD, USB Flash Disk, CD-ROM, dsb (Selanjutnya disebut sebagai storage media), harus di lakukan mounting terlebih dahulu. Untuk distro-distro Linux terbaru, mounting storage media tersebut akan dilakukan secara otomatis. Tetapi bila ternyata belum dilakukan secara otomatis atau misalnya kita ingin melakukan mounting manual, Kita dapat menggunakan perintah mount.
Contoh:
Melakukan mounting terhadap HDD yang terletak di Primary Slave, pada partisi ke-2 yang mempunyai file system FAT32, perintahnya:
mount -t vfat /dev/hdb2 /mnt/hdd2
Perintah di atas akan melakukan mounting HDD tersebut ke direktori /mnt/hdd2, karena itu direktori hdd2 harus sudah ada sebelum melakukan mounting.
Melakukan mounting terhadap CD-ROM yang terletak di Secondary Slave, perintahnya:
mount /dev/hdd /mnt/cdrom atau bisa juga dengan perintah berikut mount /dev/cdrom /mnt/cdrom.
Melakukan mounting terhadap USB Flash Disk, perintahnya:
mount /dev/sda1 /mnt/usbfd
Seringkali, USB Flash Disk tidak selalu di sda1. Untuk mengetahui USB Flash disk berada di mana, saat memasang USB Flash Disk, ketikan perintah berikut dmesg | tail . Nanti dari perintah tersebut akan muncul USB Flash disk tersebut berada di sda1, sdb1 atau yang lainnya.
Mounting ke jaringan linux yang beralamat IP 192.168.0.4 pada direktori /home/dokumen, perintahnya:
mount -t nfs 192.168.0.4:/home/dokumen /mnt/nfs
Mounting ke jaringan windows yang beralamat IP 192.168.0.2 pada direktori sharing /home/dokumen, perintahnya:
mount -t smbfs //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
bila membutuhkan user name dan password, maka perintahnya menjadi:
mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perintah di atas, hanya bisa dilakukan bila samba client telah diaktifkan.
Bagi yang menggunakan Windows 2003 Server, biasanya tidak bisa menggunakan smbfs, karena ada service dari Windows 2003 Server yang menghalangi. Untuk itu, coba gunakan file type cifs, perintahnya menjadi:
mount -t cifs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perhatikan, karena menggunakan cifs, maka pastikan juga kalau cifs telah terinstall.
Terkadang setelah melakukan mounting, kita juga perlu untuk melakukan unmounting. Kegunaan dari perintah ini adalah untuk melepaskan file-file yang sedang digunakan, sehingga file tersebut tidak rusak. Contoh paling nyata adalah USB Flash disk, jika filenya dibuka dan USB Flash disk dicabut, maka ada kemungkinan file tersebut akan rusak. Jadi untuk amannya adalah menggunakan unmounting. Perintah unmounting adalah:
umount MountPoint.
Contoh berdasarkan contoh di atas, maka unmounting-nya adalah
umount /mnt/hdd2
umount /mnt/cdrom
umount /mnt/usbfd
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting folder sharing windows, silakan lihat di sini
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting otomatis, silakan lihat di sini
Akses Folder Sharing Windows
Untuk yang ingin mengetahui dasar-dasar mounting, silakan lihat di sini
Linux dapat juga mengakses folder yang disharing di Windows. Syaratnya adalah paket smb-client telah terinstall. Untuk mengaksesnya, Kita akan menggunakan perintah mounting. Ya benar, memang mounting yang sama yang kita gunakan untuk mengakses device storage. Berikut langkah-langkahnya:
Memastikan smb-client telah terinstall. Perintahnya
Quote:# smbclient -L NamaKomputer
NB: Jika NamaKomputer tidak bisa, gunakan alamat IP komputer tersebut
Jika perintah di atas ternyata meminta Kita memasukan password, artinya Kita harus memasukan user name dalam perintah smbclient tersebut. Maka perintahya menjadi:
Quote:$ smbclient -L NamaKomputer -U NamaUser
Ketika diminta password, masukkan password yang sesuai dengan NamaUser yang Kita masukkan tadi. Untuk menghindari masalah, jangan menggunakan NamaUser yang mengandung spasi, jika terpaksa menggunakan NamaUser yang mengandung spasi, gunakan tanda “ (petik) untuk nama user.
Bila muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti smbclient telah berjalan:
Quote:Domain=[WORKGROUP] OS=[Windows 5.0] Server=[Windows 2000 LAN Manager]
Sharename Type Comment
————- —— ——-
IPC$ IPC Remote-IPC
dokumen Disk Sharing Dokumen
ADMIN$ Disk Remoteadmin
C$ Disk Standard share
Server Comment
——— ——-
WINSERVER
Workgroup Master
——— ——-
WORKGROUP WINMACHINE
Langkah selanjutnya adalah membuat folder untuk mounting-nya. Perintahnya
Quote:# mkdir /mnt/windows_dokumen
Sekarang, barulah kita melakukan mounting.
Quote:# mount -t smbfs //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
bila membutuhkan username dan password:
# mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=PasswordUser //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
Untuk Windows 2003, seringkali gagal melakukan mounting, karena adanya service yang menghalagi tipe file smbfs untuk mengaksesnya. Untuk itu, Anda dapat mengganti tipe file smbfs dengan cifs. Contoh
Quote:# mount -t cifs -o username=NamaUser,password=PasswordUser //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
Mounting Otomatis dengan FSTAB
Cara mounting di atas, dan mounting yang saya berikan di thread sebelumnya bersifat sementara, artinya ketika komputer di restart, maka kita harus melakukan mounting ulang. Sebenarnya mounting ini dapat dibuat permanen. Caranya, simpan di file /etc/fstab.
Jika dilihat, file FSTAB ini terbagi menjadi 6 kolom. Berikut contoh dari fstab:
Quote:# cat /etc/fstab
/dev/hda1 / ext3 defaults 1 1
/dev/hda2 swap swap defaults 0 0
Keterangan 6 kolom tersebut adalah:
Kolom device, yaitu kolom yang berisi storage device atau folder sharing.
Kolom mount point, yaitu dimana device tersebut akan di mounting.
Kolom file tipe, yaitu tipe file apa yang akan dimounting, misalnya ext3, swap, vfat, ntfs, dsb.
Kolom pilihan, yaitu berisi pilihan apa saja saat akan dilakukan mounting. Misalnya, apakah akan dimounting read-only (ro), read-write (rw), dsb.
Kolom dumping, yaitu berguna untuk menentukan file sistem yang akan di dump oleh perintah dump. Perintah dump ini berguna untuk menentukan apakah akan dibackup atau tidak. Angka yang dapat diisi adalah:
0 = file system tidak akan di backup (melalui perintah dump).
1 = file system akan dibackup.
2 = akan dibackup hari berikutnya.
NB: Untuk Linux ddengan kernel di atas 2.2, parameter ini tidak digunakan, jadi hanya sebagai kompabilitas saja
Kolom check, kolom ini berguna untuk menentukan apakah file sistem akan di-cek saat sistem reboot. Perintah ini mirip dengan Scandisk di Windows saat komputer tidak dimatikan dengan benar. Angka yang dapat diisi adalah:
0 = Tidak diperiksa
1 = Periksa untuk partisi root
2 = Periksa untuk partisi selain root.
Pastikan untuk device yang berupa folder sharing, CDROM, dan sebagainya yang bukan merupakan HDD Kita (atau yang dimounting dengan read only) isikan dengan 0. Karena tidak ada gunanya kita memeriksa semua device tersebut.
Sekarang kita akan coba untuk memasukan perintah mounting folder sharing windows dalam postingan sebelumnya ke dalam file fstab ini, tambahkan baris ini ke dalam fstab (dalam 1 baris)
Quote://winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen cifs defaults,username=NamaUser,password=PasswordUser 0 0
Dengan demikian, setiap kali komputer restart, maka folder sharing windows tersebut akan dimounting secara otomatis. Tetapi ternyata masalah belum selesai sampai di sini. Kenapa? Seperti Anda lihat, bahwa password-nya disimpan dalam file fstab itu sendiri dan ini jelas sekali tidak aman.
Cara yang aman adalah, Anda harus membuat 1 buah file yang berisi username dan password tersebut. Contoh
Quote:# vi /etc/winpasswd
username = NamaUser
password = PasswordUser
Kemudian, ganti permissionnya agar hanya dapat dibaca oleh root saja.
Quote:# chmod 600 /etc/winpasswd
Langkah terakhir, ganti baris mounting di file fstab menjadi
Quote://winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen cifs defaults,credentials=/etc/winpasswd 0 0
Nah, sekarang mounting otomatis Anda telah selesai, dan password juga aman. Untuk melihat hasil dari file fstab ini, Anda bisa melakukan restart.
Tetapi, kalau kita sering melakukan modifikasi terhadap file /etc/fstab, apakah tidak menjadi buang-buang waktu untuk melakukan restart? Sebenarnya ada cara mudah untuk memuat kembali file /etc/fstab tanpa perlu melakukan restart. Gunakan perintah:
Quote:# mount -a
Konfigurasi Printer
Konfigurasi printer yang paling umum di Linux adalah menggunakan CUPS. Untuk itu pastikan CUPS telah diinstall dan dijalankan.
Jika CUPS belum diinstall, Anda harus menginstall paket CUPS ini. Yang harus diinstall, adalah CUPS dan CUPS-drivers. Untuk mengetahui apakah CUPS ini sudah diinstall atau belum, Anda dapat mengetikan perintah # rpm -qa | grep cups.
Untuk memeriksa apakah CUPS telah dijalankan atau tidak, gunakan perintah service cups status. Jika ternyata belum dijalankan, gunakan perintah berikut untuk menjalankannya service cups start.
Ada 2 macam cara untuk melakukan konfigurasi printer, yaitu melalui Control Center (di Mandriva di namakan PrinterDrake) dan melalui Browser.
Konfigurasi printer melalui control center, sangat mudah sekali, seperti kita melakukan installasi printer di Windows, dan cara ini memang yang paling umum. Tetapi dalam pembahasan kali ini, Kita akan melakukan installasi printer melalui browser.
Untuk memulai konfigurasi, jalankan browser Anda dan ketikan localhost:631 pada alamat browser Anda. Bila muncul menu login, isikan username root dan passwordnya.
Berikut langkah-langkah installasi printernya:
Pilih Add Printer
Isikan Name, Location dan Description. Pengisian bebas, tetapi diusahakan pengisiannya sejelas mungkin agar orang lain yang membacanya dapat mengetahui tipe printer, lokasi printer tersebut.
Pilih jenis koneksi dengan printer (paralel port, USB, serial port atau printer windows).
Pilih merk printer
Pilih tipe printer
Setelah langka-langkah tersebut dilakukan, maka installasi printer telah selesai dilakukan.
Saya memang tidak menjelaskan secara terperinci untuk masalah installasi printer ini, karena hal itu dapat dengan mudah dilakukan via GUI. Di sini, Saya akan lebih banyak menjelaskan tentang konfigurasi dari CUPS itu sendiri.
File konfigurasi printer berada di
Quote:/etc/cups/printer.conf
Sedangkan file konfigurasi CUPS berada di
Quote:/etc/cups/cupsd.conf
Bila printer Anda tidak berada dalam database driver CUPS, Anda dapat men-download versi terbaru dari CUPS di alamat http://cups.org.
Untuk printer HP (Hewlet Packard) yag mengalmi masalah berupa tidak bisa nge-print, dapat menggunakan driver foomatic.
Untuk melihat file log dari CUPS (bisa CUPS dirasakan ada masalah), ketikan perintah berikut:
Quote:# tail -f /var/log/cups/error_log
Perlu diketahui bahwa perintah tersebut bersifat realtime, artinya proses penampilan log akan terus diupdate. Untuk kembali ke sheel, tekan Ctrl+C.
Bila printer Anda mengalami masalah dengan sharing ke Windows (tidak bisa nge-print), maka Anda harus:
Cek file /etc/cups/mime.convs
Perhatikan di baris bawah, dan pastikan baris application/octet-stream tidak di comment.
Cek juga file /etc/cups/mime.types
Perhatikan juga untuk baris yang sama. Dan pastikan juga diberikan comment.
Masalah ini yang harus Anda lihat terlebih dahulu, karena error inilah yang menyebabkan kesalahn terjadi. Setelah file konfigurasi di ganti, dan jalankan ulang service-nya dengan perintah service cups restart
Bash Shell
Pengantar
Pernahkah Kita memikirkan mengenai proses yang terjadi ketika Kita memberikan perintah kepada Linux?
Setelah perintah diberikan, ada beberapa proses yang terjadi, tetapi Kita hanya memperhatikan tingkat yang paling atas yaitu shell. Secara sederhana, shell adalah user interface kepada sistem operasi, baik itu DOS, Windows, maupun *NIX.
Ada beberapa macam shell, yang paling umum adalah Bash, yang dikenal sebagai user interface berbasis karakter. Jenis interface lainnya adalah GUI (Graphical User Interface). Yang Kita akan bahas di sini adalah shell yang berbasis CLI, dan lebih spesifik mengenai Bash Shell.
Berkenalan dengan Shell
Tugas shell adalah menerjemahkan perintah yang diberikan user menjadi bentuk perintah yang dimengerti oleh sistem operasi. Contoh
Quote:ls > list.txt
Perintah tersebut berarti menampilkan isi direktori saat ini ke dalam file list.txt. Jadi tampilan tersebut tidak ditampilkan ke layar, tetapi langsung ke file list.txt ini.
Proses yang dikerjakan oleh shell adalah:
Memisahkan baris perintah tersebut menjadi 3 bagian: ls, > dan list.txt
Menentukan fungsinya, dimana ls adalah perintah, > dan list.txt adalah instruksi I/O
Menset I/O berdasarkan > list.txt dan beberapa instruksi standar dan implisit
Mencari perintah ls dan menjalankannya
Daftar shell yang terpasang berada di file /etc/shells. Pemeriksaan lainnya juga dapat dilakukan dengan perintah berikut (walau tidak semuanya benar)
Quote:$ls /bin | grep sh
Bila Kita benar-benar ingin memeriksa shell yang ada, Kita bisa mengkombinasikan kedua cara di atas dengan perintah berikut
Quote:$ for f in `grep -v ^# /etc/shells`; do if [ -f $f]; then echo $f; fi; done
Bash (Bourne Again Shell)
Bourne Again Shell (Bash) dinamakan seperti itu karena shell ini mengacu pada shell yang dibuat oleh Steve Bourne.
Bash diciptakan untuk digunakan dalam proyek GNU dan juga untuk menjadi shell standar sistem GNU. Bash lahir pada hari Minggu, 10 Januari 1998. Brian Fox yang menulis versi awal bash dan readline dan terus diperbaiki hingga tahun 1993. Chet Ramey bergabung di tahun 1989 dan secara resmi memelihara bash sampai saat ini, dan Ia juga membuat peningkatan-peningkatan lebih lanjut.
Bash semakin populer karena merupakan shell yang umum dalam setiap OS UNIX. Bash juga menyertakan fitur-fitur terbaik shell C dan Korn, dan beberapa fitur unik lainnya. Bash ini tetap kompatibel dengan shell Bourne.
Salah satu fitur Bash yang cenderung menarik adalah mode edit. Dengan edit perintah baris, akan menjadi lebih mudah dalam hal menggunakannya kembali, membetulkan kesalahan ataupun memodifikasinya.
Fitur utama lainnya yang meminjam dari shell C adalah kendali perintah, yang akan memberikan Kita kemampuan untuk memulai, menghentikan dan menunda sejumlah perintah di waktu yang bersamaan.
Keunggulan lainnya adalah Ia banyak menyertakan pilihan dan variabel baru untuk kustomisasi dan fitur pemrograman yang telah diperbaiki untuk menyertakan definisi fungsi, aritmatika integer, kendali I/O, dsb.
Menggunakan Bash
Umumnya, bila Kita berkutat di CLI, maka sebenarnya Kita telah menggunakan Bash. Sebenarnya di dalam sistem Kita, terdapat lebih dari 1 shell.
Untuk mengetahui Kita bekerja di shell yang mana, ketikkan perintah
Quote:echo $SHELL
Bila kita tidak menggunakan Bash, dan ingin memakainya, ketik perintah bash. Tetapi Kita juga harus memastikan bahwa bash memang ada di sistem Kita. Bila menemukan pesan not found artinya bash belum terinstall di sistem Kita.
Bila Kita ingin menjadikan bash sebagai shell default, berikan perintah berikut:
Quote:$ chsh
Lokasi bash bisa diketahui dengan perintah which bash. Selanjutnya bila Anda melakukan login, maka shell default Anda adalah bash.
Bekerja Dengan Shell
Prompt Shell
Prompt shell merupakan tanda atau tempat yang menandakan bahwa perintah dapat diberikan. Masing-masin shell memiliki prompt yang berbeda. Prompt shell ini juga dapat memberitahukan kepada Kita bahwa saat ini Kita login dengan root atau user biasa.
Pada shell bash, untuk user biasa ditandakan dengan $ dan untuk root ditandakan dengan #.
Prompt standar shell, sebenarnya dapat Kita ganti. Jadi, bagi Kita yang sering melihat tampilan prompt standar seperti ini
Quote:[user@pclinux home]
maka Kita bisa membuatnya menjadi tampil beda.
Prompt dalam shell bash didefinisikan dengan menggunakan variabel environment PS1. Untuk melihatnya, gunakan perintah
Quote:$ echo $PS1
PS1 digunakan untuk prompt pertama, artinya bila perintah yang Kita berikan tidak cukup satu baris, harus dilanjutkan pada baris berikutnya, maka definisi prompt pada PS2 (prompt kedua) akan ditampilkan.
Untuk mengubah prompt, perintahnya adalah
Quote:$ export PS1=”Prompt Baru”
Nilai yang dapat dimasukkan adalah:
\ = karakter ESC, untuk karakter khusus (misalnya $) dapat dituliskan \$
\u = menampilkan nama pemakai
\h = menampilkan nama host
\w = menampilkan nama direktori kerja saat ini
Contoh, misalkan Kita ingin mengubah prompt standar menjadi seperti ini
Quote:user di pclinux kerja di home >
maka perintah yang kita berikan adalah
Quote:$ export PS1=”\u di \h ada di \w >”
Varibel Environment
Variabel environment adalah daftar variabel untuk menyimpan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh shell dalam melakukan suatu proses. Contoh variabel yang sering digunakan adalah PATH. Variabel ini berguna untuk mencari lokasi suatu program yang akan dijalankan, bila program tidak ditemukan di direktori saat ini.
Untuk menampilkan variabel environment, perintahnya
Quote:$ env
Untuk menampilkan isi suatu variabel environment, perintahnya
Quote:$ echo $NamaVariabelEnvironment
Untuk mendefinisikan, mengubah isi variabel environment, perintahnya
Quote:$ export NamaVariabelEnvironment=Nilai
Untuk menambahkan nilai kepada variabel environment yang sudah ada, perintahnya
Quote:$ export NamaVariabelEnvironment=$NamaVariabelEnvironment:N ilaiBaru
Histori Perintah Shell
Jika Kita sering mengetikan perintah shell, Kita biasa menggunakan panah atas dan panah bawah untuk menggunakan perintah shell yang sudah pernah Kita berikan. Bahkan perintah tersebut akan terus ada walaupun Kita telah melakukan Log-off ataupun mematikan komputer. Kenapa bisa begitu? Karena semuanya tersimpan di dalam file .bash_history yang berada di direktori home setiap user. Contoh jika ingin melihat daftar histori perintah yang pernah diberikan, maka Kita bisa memberikan perintah history.
Perintah untuk memanggil kembali, selain dengan panah atas dan panah bawah juga bisa dengan menggetikan nomor perintahnya. Misalnya, Kita ingin memanggil perintah ls -al yang pernah Kita berikan. Dari perintah history yang Kita lihat, ternyata perintah ls -al ini berada di nomor urut 11, maka perintah yang Kita gunakan adalah
Quote:$ !11
Alias dan Unalias
Misalkan, Kita mempunya perintah yang sangat panjang tentu akan tidak efisien bila Kita sering menggetikan perintah yang panjang tersebut. Atau misalkan Kita ingin menggunakan bahasa Indonesia dengan perintah-perintahnya, semua hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alias. Perintahnya adalah
Quote:$ alias NamaAlias=Perintah
$ alias NamaAlias=’Perintah’
$ alias NamaAlias=”Perintah”
Contoh, Kita dapat memberikan perintah berikut
Quote:$ alias la=’ls -al’
maka ketika Kita mengetikan perintah la, hasil yang muncul akan sama dengan Kita memberikan perintah ls -al.
Hebatnya, Kita bahkan bisa mendefinisikan ulang perintah dasarnya. Contoh perintah berikut akan mengubah perilaku dari perintah ls
Quote:$ alias ls=’ls -al
maka setiap kali Kita mengetikan ls maka hasil yang muncul adalah sama dengan perintah ls -al.
Untuk melihat daftar alias yang telah ada, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:$ alias
Untuk menghapus alias, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:$ unalias -a | NamaAlias
Perintah -a artinya untuk menghapus semua alias yang aktif.
Perintah alias ini akan disimpan per user, jadi user A bisa memiliki alias yang berbeda dengan user B.
Leave a Reply
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
Anti-spam word: (Required)*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Distro Linux yang akan Saya gunakan dalam contoh ini adalah Linux Mandriva 2006, untuk Linux yang lain pun sama saja caranya, perbedaannya sangat sedikit kok. Oh iya, dalam pembahasan ini Saya akan mengajarkan Linux secara text based, bukan GUI. Karena menurut Saya, kekuatan utama Linux terletak dari CLI (Common Line Interface).
Harap maklum jika pembahasannya kurang jelas, karena Saya pun masih awam di Linux dan belum mahir menggunakan Linux. Jadi mari Kita lengkapi thread ini mengenai dasar-dasar Linux.
Daftar Pembahasan:
Struktur Folder di Linux
Persiapan Installasi Linux
Perintah Dasar Linux
Fungsi Keyboard di Linux
Membuat user dan group
User Permissions file dan direktori di Linux
Memberikan permission kepada file dan direktori
Contoh kasus User Permission
Menggunakan VI Teks Editor
Instalasi Program di Linux
Harddisk dan Mounting
Konfigurasi Printer
Bash Shell
Struktur foder di Linux:
Seperti Windows yang mempunyai struktur folder tersendiri (mis: \Windows, \Program files, \Document and settings), di Linux pun mempunyai struktur file tersendiri. Berikut adalah struktur folder yang ada di Linux
/ = root
|-bin = binary
|-boot = kernel save
|-etc = file-file konfigurasi
|-home = user data file
|-lib = library
|-usr = aplikasi
|-var = mail/log/database
|-mnt = mount point
|-tmp = temporary
|-sbin = binary super user
Persiapan Installasi Linux (Mandriva 2006):
Media untuk insallasi dapat berupa: CD/DVD, HDD dan Network (ftp, http, nfs)
Partisi di Linux, minimal terdiri dari 2 partisi, yaitu:
Partisi / (root)
Partisi ini digunakan sebagai system dari Linux itu sendiri. Partisi ini dapat bertipe: ext3, ext2, reiserfs, dsb. Saya menyarankan menggunakan tipe partisi ext3, karena bersifat Journalized FS.
Partisi swap
Partisi ini digunakan sebagai virtual memory, bila RAM yang ada tidak mencukupi. Ukuran minimal yang disarankan adalah 2X ukuran RAM, tetapi bila RAM Anda di atas 1 GB, tidak harus 2X ukuran RAM.
Partisi home
Partisi home ini tidak mesti ada, tetapi Saya menyarankan untuk membuat partisi ini, karena dengan adanya partisi ini, maka dokumen-dokumen Anda akan dipisahkan dari partisi / (root). Apa keuntungannya? Bila Linux Anda diinstall ulang, atau berganti windows, maka data Anda tidak akan hilang. Ini sama saja dengan Anda membuat 2 partisi di Windows, yaitu partisi untuk Windows dan partisi untuk dokumen Anda. Partisi home ini dapat bertipe ext3, ext2, reiserfs, dsb.
Bagi Anda yang menggunakan CD/DVD untuk installasi Linux, maka Anda cukup boot dari CD/DVD tersebut untuk melakukan installasi. Karena CD/DVD Linux pada umumnya bersifat bootable
Tetapi bagi Anda yang ingin melakukan install via jaringan (network), Anda cukup membuat boot disk ataupun bootable Flash Disk. Pembuatan boot disk harus dilakukan di komputer yang telah terinstall Linux. Berikut caranya:
Untuk membuat boot disk, diperlukan file network.img dan network_drivers.img. Untuk membuat bootable Flash Disk, diperlukan file all.img. Biasanya file-file tersebut terletak di direktori install/images yang berada di CD/DVD Mandriva atau di direktori Mandriva yang terletak di server.
Copy file tersebut ke disket atau ke flash disk, caranya adalah sebagai berikut:
Untuk disket, harap format dulu disketnya. Ini untuk menghindari error yang terjadi pada disket. Cara format disket, ketik di Console: mformat a:
Kemudian, image yang sudah dibuat tersebut harus dicopy ke disket atau flash disk. Untuk disket, copy image tersebut dengan perintah:
$ dd if=network.img of=/dev/fd0
$ dd if=network_drivers.img of=/dev/fd0
Network.img untuk disket 1 (Disket booting) dan network_drivers.img untuk disket 2.
Untuk flash disk, copy image tersebut dengan perintah:
# dd if=all.img of=/dev/sda1
Perhatikan tanda $ dan #. Tanda $, artinya Anda login sebagai user biasa, sedangkan tanda # artinya Anda login sebagai root.
Setelah disket/flash disk booting selesai dibuat, Anda tinggal boot komputer menggunakan disket atau flash disk tersebut, selanjutnya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Cara installasi-nya silakan lihat thread yang lain.
Perintah dasar Linux:
Keterangan:
Perintah Linux = Perintah DOS = Keterangan perintah
ls = dir = melihat isi file
clear = cls = membersihkan tampilan di layar monitor
cp = copy = menyalin file
mv = ren, move = mengubah nama file, dan bisa juga untuk memindahkan file ke direktori tertentu
cd = cd = berpindah direktori (jika tanpa parameter akan menuju ke home direktori)
mkdir = md = membuat direktori
rmdir = rd = menghapus direktori kosong
cat = type = melihat isi file
rm = del = menghapus file atau direktori
pwd = cd = melihat direktori aktif saat ini
more = more = melihat tampilan per halaman
grep = <
free = mem = melihat informasi memory
Jika di DOS untuk menampilkan keterangan suatu perintah digunakan /?, maka di Linux dapat menggunakan perintah man. Contoh, untuk mengetahui fungsi dari perintah ls, maka dapat menggunakan man ls
Untuk menampilkan daftar perintah yang ada di linux, gunakan perintah info.
Beberapa contoh penggunaan perintah dasar Linux:
Menampilkan daftar file atau direktori
ls -a = Melihat semua file atau direktori termasuk yang disembunyikan (diawali dengan tanda . (titik))
ls -l = Menampilkan file dan direktori dalam tampilan lengkap, termasuk ukuran, tanggal modifikasi, pemilik, group dan mode atributnya
ls -R = Menapilkan semua file atau direktori. Jika terdapat direktori, isi direktori itu akan ditampilkan juga
Membuat direktori beberapa level dalam 1 perintah. Contohnya direktori yang mempunyai susunan seperti ini:
Komputer
|-Hardware
|-CPU
|-Memori
|-HDD
|-Software
|-OS
|-Office
Maka Anda dapat menggunakan perintah berikut:
$ mkdir -p Komputer/{Hardware/{CPU,Memori,HDD},Software/{OS, Office}}
Untuk melihat strukturnya, gunakan perintah tree (bila tidak ada, install dulu tree-nya dengan perintah urpmi tree)
Untuk menghapus direktori Komputer termasuk yang berada di bawahnya (di DOS dilakukan dengan perintah deltree), gunakan perintah
$ rm -rf Komputer
Parameter -rf artinya adalah menghapus seluruh direktori yang berada di dalamnya (-r) tanpa bertanya lagi (-f).
Membuat file dan melihat isinya:
Membuat file dapat dilakukan dengan perintah cat, caranya hampir sama dengan perintah DOS (via copy con namafile), caranya adalah
$ cat > namafile
Untuk menyimpan file tersebut, tekan ^D.
Melihat isi file, dilakukan dengan perintah cat namafile
Melihat isi file tetapi hanya 10 baris pertama saja head namafile
Melihat isi file tetapi hanya 10 baris terakhir saja tail namafile
Melihat isi file tetapi hanya 5 baris pertama saja head -5 namafile
Melihat isi file tetapi hanya baris 5 saja head -5 namafile | tail -1
Perintah Pause:
Di Linux ada 2 macam perintah untuk melihat tampilan daftar/isi file per layar. Perintah tersebut adalah more dan less
Perbedaan more dengan less terletak pada apa yang ditampilkan dalam jumlah besar. Perintah more hanya dapat melihat tampilan per layar tanpa bisa melihat apa sudah ditampilkan, jadi tidak bisa scroll ke atas untuk melihat tampilan yang telah lewat.
Perintah less, lebih lengkap dari more karena less dapat melihat tampilan yang telah lewat dengan menggunakan panah atas.
Fungsi Keyboard di Linux
Ctrl+Alt+Fn = (n=1..6) Pindah ke terminal ke-n. Kita dapat menjalankan beberapa terminal sekaligus, jadi artinya Kita bisa login sebanyak 6 kali secara simultan dalam terminal/konsol
Ctrl+Alt+F7 = Pindah ke Xwindow yang telah berjalan
Ctrl+Alt+Del = Restart komputer
Ctrl+Alt+Backspace = Mematikan Xwindow server (dalam Xwindow), perintah ini berguna bila Xwindow rusak sehingga tidak dapat keluar secara normal.
Ctrl+c = membatalkan proses yang sedang berjalan
Ctrl+d = Mengirim pesan EOF (End of File) kepada proses yang sedang berlangsung
Panah Atas = Menampilkan kembali daftar perintah yang telah Kita ketik.
~ = direktori user
| (pipeline) = fungsinya sama dengan yang berada di DOS, yaitu untuk menjalankan beberapa perintah bersamaan. Tetapi perintah setelah pipeline akan menggunakan masukan yang dihasilkan oleh perintah sebelum pipeline. Contoh: ls | grep Desktop, artinya adalah perintah grep akan menyaring semua keluaran yang dihasilkan oleh perintah ls. Jadi output perintah ls menjadi input untuk perintah grep.
Perintah Informasi System di Linux
pwd = menampilkan direktori aktif saat ini.
hostname = Menampilkan nama komputer yang sedang digunakan
whoami = Menampilkan nama login Kita
who = Menampilkan pengguna yang sedang aktif
id username = Menampilkan ID user dan ID Group
last = Menampilkan daftar user yang login terakhir kali
ps = Menampilkan proses saat ini yang dijalankan oleh user yang sedang aktif. Jika ditambahkan parameter axu, maka proses yang ditampilkan adalah proses yang dijalankan oleh masing-masing user.
top = sama seperti ps, tetapi diurutkan berdasarkan penggunaan CPU
free = Informasi memori, termasuk RAM dan Virtual Memory
df -h = Menampilkan kapasitas HDD (df=disk free)
du -bh = Menampilkan detail pemakaian HDD untuk setiap subdirektori (du=disk usage)
Membuat user dan group
Sistem operasi Linux dari awalnya memang sudah dirancang untuk bekerja dengan banyak user, artinya adalah di Linux Kita bisa melakukan login dengan berbagai nama user, dan tentu saja dengan hak yang berbeda-beda dan hak akses yang berbeda pula untuk file dan direktori.
Tidak hanya membuat user saja, tetapi semua user yang ada dapat dikelompokkan. Contohnya, Kita dapat mengelompokkan user berdasarkan departemen yang ada di perusahaan, contohnya group Marketing, Purchasing, Finance, Accounting, dsb.
Sekarang bagaimana caranya kita membuat user dan group di Linux? Caranya cukup mudah, dan seperti Saya beritahukan di awal thread, Kita akan melakukan semuanya melalui command line atau biasa disebut text based.
Membuat user, gunakan perintah # useradd NamaUser
Perintah tersebut akan membuat user baru sesuai dengan nama user yang kita masukan. Perhatikan juga bahwa pembuatan user tersebut akan membuatkan 1 direktori sesuai dengan nama user tersebut pada direktori /home. Selain itu, default group user ini adalah nama user itu juga.
Melihat daftar user yang ada, perintahnya # cat /etc/passwd
Daftar user tersebut, nantinya akan berbentuk seperti ini
Quote:guest:x:500:500:guest:/home/guest:/bin/bash
Dari daftar tersebut, terlihat kalau daftar tersebut terbagi menjadi 7 kolom/bagian yang dipisahkan oleh tanda : (titik dua).
Kolom 1 berisi username
Kolom 2 berisi password (hanya ditandi dengan tanda ‘x’ yang berarti mempunyai password)
Kolom 3 berisi UID (user ID), UID ini selalu dimulai dari 500
Kolom 4 berisi GID (Group ID), GUID ini juga selalu dimulai dari 500
Kolom 5 berisi Full name user
Kolom 6 berisi home direktori user
Kolom 7 berisi shell user tersebut
Melihat password user dalam bentuk terekripsi, perintahnya # cat /etc/shadow
Menghapus user, gunakan perintah # userdel namauser
Perintah ini akan menghapus user yang kita masukan, tetapi tidak menghapus direktori user di folder /home.
Menghapus user dan folder home-nya, gunakan perintah # userdel -r namauser
Membuat Group, gunakan perintah # groupadd NamaGroup
Perintah tersebut akan membuat suatu group baru. Saat baru dibuat group ini akan kosong, artinya tidak ada anggota pada group ini. Seperti penjelasan di atas, bahwa setiap pembuatan GID ini akan dimulai dari 500. Sekarang bagaimana jika kita ingin memberikan GID ini dengan 700? Gunakan perintah # groupadd -g 700 NamaGroup.
Melihat daftar group yang ada, gunakan perintah # cat /etc/group
Menambahkan user ke group tertentu, perintahnya # usermod -G NamaGroup NamaUser
Menghapus Group, gunakan perintah # groupdel NamaGroup
User Permissions file dan direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Kita bisa menentukan user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
d rwx rwx rwx
Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya adalah:
d = direktori
- = regular file
l = link file
Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
Segmen 3 menandakan permission untuk group
Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file atau direktori.
x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
drwxrwxr–
maka hal ini berarti bahwa:
Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing (rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
-rw-r—–
File tersebut (karena diawali tanda - yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena tidak ada permission untuk execute (x)
File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak dapat dieksekusi
File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang lain.
Memberikan permission kepada file dan direktori
Kita sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Kita belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut. Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang digunakan terdiri dari:
u = owner
g = group
o = others
a = all
+ = menambahkan permission
- = mengurangi permission
r = permission untuk membaca (read)
w = permission untuk menulis (write)
x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus kita berikan adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus kita berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Kita juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf kita bisa memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk permission others. Symbol angkanya adalah:
4 = untuk permission baca (read)
2 = untuk permission tulis (write)
1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika kita ingin memberikan permission seperti ini kepada user
drw-r-xr—
maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
Quote:$ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
Quote:$ chmod 654 file
Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.
Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
Quote:$ chmod u-x, g-w,g+x file
atau
Quote:$ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru NamaFileAtauDirektori
Contoh kasus User Permission
Untuk lebih jelasnya, Kita akan langsung masuk ke contoh kasus saja.
Kita akan membuat 1 group dengan nama IT Dan juga membuatkan user dengan nama-nama: Benny, Budi, dan Iwan. Dan ingat jangan lupa untuk memberikan password. Perintahnya:
# groupadd it
# useradd benny
# passwd benny
# useradd budi
# passwd budi
# useradd iwan
# passwd iwan
Kecuali Iwan, user-user tersebut adalah anggota dari group IT. Perintahnya:
# usermod -G it benny
# usermod -G it budi
Selanjutnya adalah membuatkan direktori untuk group dimana setiap anggota group it dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut, tetapi tidak untuk user atau group lainnya. Dan setiap file atau direktori yang berada di dalamnya harus mempunyai hak akses yang sama dengan direktori tersebut, yaitu dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut.
Perintahnya:
# mkdir /home/it
# chgrp it /home/it
# chmod g+rwxs, o-rwx /home/it (atau ditulis # chmod 2770 /home/it)
Perhatikan ternyata untuk permissionnya ada tambahan hurus ’s’ dan dalam symbol angka menjadi 4 digit. Huruf ’s’ (atau angka 4 di symbol angka) berarti special permission. Efek dari special permission ini adalah, bila direktori tersebut sudah kita set groupnya menjadi it, maka setiap file atau direktori yang berada di dalamnya yang dibuat setelah permission dibuat, maka groupnya pun akan mengikuti direktori utamanya.
Jika menggunakan symbol angka, maka special permission ini diletakan pada digit pertama. Berarti digit kedua adalah untuk permission owner, digit ketiga untuk permission group dan digit keempat untuk permission others. Bila tidak ada special permission, maka Kita dapat menuliskan dalam format 3 digit. Untuk symbol angka, berikut adalah artinya:
4 = u+s
2 = g+s
1 = sticky bit (artinya yang bisa menghapusnya hanya owner, untuk symbol huruf ditandai dengan huruf ‘t’).
Sekarang cobalah untuk login dengan user benny, dan cobalah untuk membuat file apa saja di direktori /home/it.
Lalu cobalah login dengan user budi, editlah file tersebut. Ternyata user budi dapat mengedit file tersebut. Hal ini karena group file tersebut adalah it, dimana akses group tersebut adalah read, write dan execute.
Sekarang coba login dengan user iwan, dan coba edit file yang dibuat oleh user benny tadi. Ternyata tidak bisa. Bahkan user iwan tidak bisa masuk ke direktori /home/it sama sekali. Hal ini terjadi, karena user iwan bukan merupakan anggota group it.
Menggunakan VI Teks Editor
Ada banyak teks editor yang tersedia di Linux, mulai dari yang berbasis CLI hingga yang berbasis GUI. Beberapa teks editor tersebut adalah
vi
emacs
joe (bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan wordstar/ws, joe ini mirip sekali dengannya)
pico
dll
Vi teks editor ini terdiri dari 2 macam mode, yaitu editing dan command. Saat berada dalam mode editing, Kita bisa mengedit file yang kita buat, seperti menambah, menghapus atau mengedit teks.
Saat berada dalam mode command, artinya kita bisa memberikan perintah-perintah kepada vi. Perintah-perintah yang dimaksud itu seperti perintah keluar, simpan, copy, delete, dsb. Command ini juga bisa dalam bentuk visual. Saat berada dalam mode visual, kita bisa melakukan blok terhadap baris-baris tertentu dan melakukan copy terhadap baris tersebut dan sebagainya.
Untuk masuk ke dalam mode editing, kita dapat menekan tombol i. Untuk berpindah mode, dari mode editing ke mode command, Kita dapat menekan tombol ESC.
Membuat dan membuka file
Untuk membuat atau membuka file, dapat dilakukan dengan perintah:
$ vi nama_file
Jika nama file yang diberikan adalah nama file baru (filenya belum ada), maka artinya kita akan membuat file baru. Tetapi jika nama filenya sudah ada, artinya kita akan membuka file tersebut.
Berikut beberapa perintah lainnya dalam membuka file:
$ vi +n nama_file
Untuk membuka file langsung pada nomor baris n
$ vi + nama_file
Untuk membuka file langsung pada baris terakhir
$ vi +/kata nama_file
Untuk membuka file langsung pada kata pertama yang ditemukan
$ vi -R nama_file
Membuka file dalam modus baca, dan tidak untuk diedit. Perintahnya juga bisa dilakukan dengan perintah $ view nama_file
Keluar dan menyimpan
Untuk keluar dari vi, tekan tombol ESC kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol :q dan diakhiri dengan ENTER
Bila file telah sempat diedit, dan Kita ingin keluar tanpa menyimpannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tekan ESC, dilanjutkan dengan tombol :q! dan diakhiri dengan ENTER
Untuk menyimpan dan keluar dari vi, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :wq
Untuk menyimpan tanpa keluar, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :x
Perintah-perintah pengeditan
Menggerakkan kursor
0 = Pindah ke awal baris
$ = Pindah ke akhir baris
w = Pindah ke kata selanjutnya
b = Pindah kembali ke kata sebelumnya
a = Untuk menyisipkan karakter
c = untuk memotong kata atau baris
p = Untuk menyalin kata atau kalimat yang terpotong (paste)
yy = Untuk menyalin 1 baris.
2yy = Untuk menyalin 2 baris.
dd = Untuk menghapus baris.
2dd = Untuk menghapus 2 baris
Untuk melakukan copy+paste secara visual, dapat dilakukan dengan cara menekan tombol v, blok baris yang akan dicopy, kemudian tekan y. Letakkan kursor ke tempat tujuan dan tekan p.
Mengedit teks
cw = Menghapus satu kata di depan kursor
c2b = menghapus 2 kata sebelumnya
c$ = menghapus satu baris di depan kursor
c0 = menghapus satu kata di belakang kursor
~ = mengubah huruf kecil menjadi huruf besar
u = Undo, melakukan pembatalan terhadap editing terakhir.
A = menyisipkan karakter di akhir baris
I = menyisipkan karakter di awal baris
o = membuka baris kosong di bawah kursor
O = membuka baris kosong di atas kursor
s = menghapus karakter pada kursor dan menukar teks
S = menghapus baris dan menukar teks
R = menempati karakter, kata, kalimat ke dalam baris yang telah dibuat.
J = menggabungkan dua baris.
Menukar teks
Format umum perintah menukar teks ini adalah:
:
Option yang dapat diberikan adalah
g = mencari kata secara global
i = mengabaikan huruf besar/huruf kecil
Contoh:
Kita akan mengganti kata “baris” menjadi kata “line”, maka perintahnya:
Quote::1,$s/baris/line/g
Mencari kata
/cari = mencari kata pertama di depan kursor yang sama dengan cari
?cari = mencari kata pertama di belakang yang sama dengan cari
n = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah sebelumnya
N = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah setelahnya.
Instalasi Program di Linux
Instalasi di Linux terdiri dari 2 macam, yaitu instalasi dari repositori dan instalasi program tambahan (non repositori). Instalasi dari repositori artinya Kita akan menginstall program-program tambahan yang sudah disediakan oleh distro Linux tersebut, seperti dari CD/DVD atau dari server (dan mirrornya) distro itu sendiri.
Instalasi program tambahan (non repositori), artinya Kita akan menginstall program-program lain yang tidak terdapat di distro Linux tersebut atau bisa juga kita akan menginstall program-program yang berada di distro tersebut, tetapi mempunyai versi yang berbeda.
Installasi Dari Repositori
Untuk installasi dari repositori, tergantung dari distro yang kita gunakan, karena masing-masing distro mempunyai perintahnya masing-masing. Berikut beberapa perintah yang ada di beberapa distro:
Mandriva = urpmi
Red Hat & Fedor = yum
OpenSUSE & SUSE = yast2
Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu = apt-get
PCLinuxOS = apt-get
Contoh:
Instalasi tree di Mandriva, urpmi tree
Instalasi webmin di PCLinuxOS, apt-get install webmin
Installasi Program Tambahan (non repostori)
Ada kalanya Kita tidak menemukan aplikasi yang kita inginkan di distro Linux yang kita gunakan, atau aplikasi yang kita inginkan memang ada, tetapi kita membutuhkan versi yang lebih tinggi. Di saat seperti itulah Kita perlu menginstall program tambahan (non repositori) tersebut. Installasi program tambahan ini pun tergantung dari turunan distro yang kita gunakan.
Secara umum, distro Linux yang ada saat ini dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu:
Turunan Red Hat (mempunyai installer yang berbentuk .rpm)
Turunan Debian (mempunyai installer yang berbentuk .deb)
Turunan Slackware (mempunyai installer yang berbentuk .tgz)
Dalam pembahasan ini, Kita akan menggunakan installer yang berbentuk .rpm. Perintah untuk menginstall paket .rpm adalah rpm -ivh NamaPaket. Parameter i berarti Kita akan melakukan installasi.
Parameter v berarti semua progress akan ditampilkan ke layar.
Parameter h berarti tampilan progressnya dalam bentuk bar, sehingga akan kelihatan persentasenya.
Untuk mengupgrade paket .rpm, gunakan parameter U untuk menggantikan parameter i. Untuk menghapus aplikasi, gunakan parametera e.
Penjelasan dan contoh yang lebih lanjut mengenai installasi paket .rpm ini akan dijelaskan dalam thread lanjutan setelah thread ini. Di thread lanjutan nanti, akan dijelaskan cara install paket .rpm yang lebih lengkap, termasuk installasi yang membutuhkan dependensi, dan installasi melalui source code.
Cara installasi lebih lanjut menggunakan RPM dapa dilihat di sini dan cara installasi dengan menggunakan source code juga bisa dilihat di sini
Instalasi Dengan Menggunakan RPM
Installasi program non paket (yang tidak terdapat di repositori) dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
Instalasi dengan binary
Paket binary akan diinstal di /usr/bin atau /usr/sbin
Instalasi dengan kode sumber
Paket kode sumber akan diinstal di /usr/local
Untuk mencari lokasi suatu program gunakan perintah:
Quote:# whereis NamaProgram
Postingan ini akan membahas cara installasi menggunakan binary, lebih tepatnya menggunakan RPM. Cara instalasi menggunakan kode sumber program akan dibahas di postingan selanjutnya.
RPM atau Redhat Package Manager merupakan salah satu utilitas untuk pemaketan program. RPM digunakan di Linux Redhat dan variannya seperti Mandriva, Suse, PCLinuxOS, dsb. Untuk yang berbasis Debian, biasanya menggunakan dpkg.
Beberapa penggunaan yang penting satu utilitas pemaketan program adalah:
Instalasi paket program
Upgrade paket program
Menghapus paket program
Informasi paket program
Dokumentasi
Paket berbentuk RPM biasanya berbentuk sebagai berikut:
Quote:NamaPaket.Versi.Arch.rpm
contoh
samba.3.0.2.i386.rpm
Keterangan:
Nama Paket adalah nama paket yang akan diinstall
Versi adalah versi dari paket yang akan diinstall
Arch adalah arsitektur komputer yang didukung
Format yang umum untuk installasi adalah
Quote:rpm -ivh NamaPaket
Keterangan parameter:
i = untuk melakukan installasi
v= Verbose, agar tampilannya dapat dimunculkan di layar
h= hash, untuk menampilkan progress bar untuk menggambarkan proses installasi
Untuk melakukan upgrade, Anda dapat mengganti parameter i dengan parameter U. Untuk melakukan penghapusan, Anda dapat mengganti parameter i dengan parameter e.
Contoh:
Upgrade paket program
Quote:# rpm -Uvh samba.3.0.2.i386.rpm
Menghapus paket program
Quote:# rpm -evh samba.3.0.2.i386.rpm
Melihat paket yang telah terinstall
Quote:$ rpm -qa
Melihat informasi paket yang belum terinstall
Quote:$ rpm -qilp samba.3.0.2.i386.rpm
Keterangan
i = Information
l = List
p = Packet
Sekarang Kita akan mencoba melakukan installasi OpenOffice 2.2.1:
Ekstrak file OpenOffice yang telah didownload dengan perintah
Quote:# tar -zxvf OOo_2.2.1_LinuxIntel_install_wJRE_en-US.tar.gz
Setelah diekstrak, maka akan tercipta 1 folder baru dengan nama OOF680_m18_native_packed-1_en-US.9161
Masuk ke direktori RPMS dengan perintah
Quote:# cd OOF680_m18_native_packed-1_en-US.9161/RPMS
Selanjutnya tinggal melakukan installasi, dengan perintah
Quote:rpm -ivh openoffice.org-*
Hasilnya akan tampak sebagai berikut:
Quote:Preparing… ########################################### [100%]
1: openoffice.org-core08 ########################################### [ 4%]
2: openoffice.org-core07 ########################################### [ 7%]
3: openoffice.org-core06 ########################################### [ 11%]
4: openoffice.org-core01 ########################################### [ 14%]
5: openoffice.org-core03 ########################################### [ 18%]
6: openoffice.org-core04 ########################################### [ 21%]
7: openoffice.org-core05 ########################################### [ 25%]
8: openoffice.org-core05u ########################################### [ 29%]
9: openoffice.org-core04u ########################################### [ 32%]
10: openoffice.org-core03u ########################################### [ 36%]
11: openoffice.org-pyuno ########################################### [ 39%]
12: openoffice.org-base ########################################### [ 43%]
13: openoffice.org-calc ########################################### [ 46%]
14: openoffice.org-core02 ########################################### [ 50%]
15: openoffice.org-core09 ########################################### [ 54%]
16: openoffice.org-core10 ########################################### [ 57%]
17: openoffice.org-draw ########################################### [ 61%]
18: openoffice.org-emailmer########################################## # [ 64%]
19: openoffice.org-gnome-in########################################### [ 68%]
20: openoffice.org-graphicf########################################## # [ 71%]
21: openoffice.org-impress ########################################### [ 75%]
22: openoffice.org-javafilt########################################## # [ 79%]
23: openoffice.org-kde-inte########################################### [ 82%]
24: openoffice.org-math ########################################### [ 86%]
25: openoffice.org-onlineup########################################## # [ 89%]
26: openoffice.org-testtool########################################## # [ 93%]
27: openoffice.org-writer ########################################### [ 96%]
28: openoffice.org-xsltfilt########################################## # [100%]
Instalasi sebenarnya sudah selesai, tetapi Ooo ternyata belum muncul di Menu, untuk menampilkannya, gunakan perintah:
Quote:# cd desktop-integration/
Jika dilihat akan ada berbagai macam installer, seperti di bawah ini:
Quote:openoffice.org-debian-menus_2.2-9153_all.deb
openoffice.org-redhat-menus-2.2-9153.noarch.rpm
Hasilnya akan tampak seperti ini:
Quote:Preparing… ########################################### [100%]
1: openoffice.org-redhat-m########################################### [100%]
***
* Updating MIME database in /usr/share/mime…
Wrote 504 strings at 20 - 29ec
Wrote aliases at 29ec - 2be8
Wrote parents at 2be8 - 35e4
Wrote literal globs at 35e4 - 3640
Wrote suffix globs at 3640 - 6b48
Wrote full globs at 6b48 - 6b6c
Wrote magic at 6b6c - c97c
Wrote namespace list at c97c - c98c
***
/usr/bin/gtk-update-icon-cache
/usr/bin/gtk-update-icon-cache
Instalasi Ooo 2.2.1 telah selesai dilakukan, Anda dapat mencoba untuk menjalankan aplikasi Ooo ini. Karena ini adalah versi baru, maka bila ada Ooo versi lebih awal (misal 2.0), maka di komputer Anda akan ada 2 versi Ooo.
Sekarang kita akan mencoba melakukan instalasi dimana installer tersebut membutuhkan dependencies:
install paket seperti biasa
Ketika paket tersebut meminta dependencies, cek dulu apakah kita mempunyainya atau tidak. Pengecekan dapat dilihat di /usr/lib.
Bila tidak ada library tersebut atau versi libray tersebut ternyata lebih rendah, Anda harus menginstallnya. Untuk mandriva bisa menggunakan urmpi, Redhat dengan yum, SUSE dengan yast, Debian dengan apt-get, dsb.
Bila ternyata libary yang kita punya lebih tinggi dari yang diminta oleh paket tersebut, Kita harus melakukan beberapa trik agar bisa diterima. Berikut caranya:
Quote:Buat link file, dengan perintah:
# ln -s FileDependencies FileLink
Keterangan
FileDepencies = Adalah file dependencies yang kita miliki, yaitu yang memilik versi lebih tinggi.
FileLink = Adalah file link yang kita buat agar paket tersebut dapat mengenalinya. Nama file dari FileLink ini harus sama dengan nama file yang diminta oleh paket tersebut.
Setelah dependencies yang dibutuhkan telah ada, Anda dapat melakukan instalasi ulang. Tetapi bila ternyata dependencies yang dibutuhkan lebih rendah dari yang Kita miliki, maka perintah untuk melakukan instalasi ulang adalah:
Quote:# rpm -ivh NamaPaket –nodeps
Instalasi Dengan Menggunakan Kode Sumber
Unuk melakukan instalasi dengan kode sumber (source code) tidak terlalu susah, berikut adalah caranya:
Ekstrak paketnya. Ada 2 macam kompresi yang umum di Linux, yaitu .tar.gz dan .tar.bz2.
Untuk mengekstrak file dengan extensi .tar.gz, perintahnya
Quote:$ tar -zxvf namapaket.tar.gz
Untuk mengekstrak file dengan extensi .tar.bz2, perintahnya
Quote:$ tar -jxvf namapaket.tar.bz2
Konfigurasi paketnya
Masuk ke direktori yang dihasilkan dari hasil ekstrak tadi
Quote:$ cd DirektoriPaket
Cek kompiler, compile dan install program dengan perintah berikut
Quote:# ./configure
# make
# make install
Langkah-langkah di atas adalah langkah yang umum, bisa saja tiap-tiap paket mempunyai cara yang berbeda, karena itu sangat disarankan untuk membaca petunjuknya terlebih dahulu.
Bila saat installasi, ternyata membutuhkan compiler (misalnya: GTK+2), install paket tersebut, tetapi pilih yang devel. Contoh:
Quote:urpmi gtk+2-devel
Melakukan uninstall, masuk ke direktori paket tersebut
Quote:#make uninstall
Bila ternyata direktori paket tersebut telah dihapus, maka kita harus mengekstrak paketnya terlebih dahulu, kemudian melakukan perintah sebagai berikut
Quote:# ./configure
# make uninstall
Harddisk dan Mounting
Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya HDD dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang menggunakan IDE dan menggunakan SATA.
Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya gampang. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.
Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:
Primary Master (hda)
Primary Slave (hdb)
Secondary Master (hdc)
Secondary Slave (hdb)
Terlihat kalau urutannya di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.
Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.
Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:
Primary Master
Primary Partition #1 (hda1)
Primary Partition #2 (hda2)
Extended Partition (hda5)
Logical Partition #1 (hda6)
Logical Partition #2 (hda7)
Secondary Slave
Primary Parttion #1 / CD-ROM (hdd1)
Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6. Dari mana angka tersebut? Kita tahu bahwa primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.
Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf s, dimana untuk IDE diawali dengan huruf h.
Untuk membaca HDD, USB Flash Disk, CD-ROM, dsb (Selanjutnya disebut sebagai storage media), harus di lakukan mounting terlebih dahulu. Untuk distro-distro Linux terbaru, mounting storage media tersebut akan dilakukan secara otomatis. Tetapi bila ternyata belum dilakukan secara otomatis atau misalnya kita ingin melakukan mounting manual, Kita dapat menggunakan perintah mount.
Contoh:
Melakukan mounting terhadap HDD yang terletak di Primary Slave, pada partisi ke-2 yang mempunyai file system FAT32, perintahnya:
mount -t vfat /dev/hdb2 /mnt/hdd2
Perintah di atas akan melakukan mounting HDD tersebut ke direktori /mnt/hdd2, karena itu direktori hdd2 harus sudah ada sebelum melakukan mounting.
Melakukan mounting terhadap CD-ROM yang terletak di Secondary Slave, perintahnya:
mount /dev/hdd /mnt/cdrom atau bisa juga dengan perintah berikut mount /dev/cdrom /mnt/cdrom.
Melakukan mounting terhadap USB Flash Disk, perintahnya:
mount /dev/sda1 /mnt/usbfd
Seringkali, USB Flash Disk tidak selalu di sda1. Untuk mengetahui USB Flash disk berada di mana, saat memasang USB Flash Disk, ketikan perintah berikut dmesg | tail . Nanti dari perintah tersebut akan muncul USB Flash disk tersebut berada di sda1, sdb1 atau yang lainnya.
Mounting ke jaringan linux yang beralamat IP 192.168.0.4 pada direktori /home/dokumen, perintahnya:
mount -t nfs 192.168.0.4:/home/dokumen /mnt/nfs
Mounting ke jaringan windows yang beralamat IP 192.168.0.2 pada direktori sharing /home/dokumen, perintahnya:
mount -t smbfs //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
bila membutuhkan user name dan password, maka perintahnya menjadi:
mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perintah di atas, hanya bisa dilakukan bila samba client telah diaktifkan.
Bagi yang menggunakan Windows 2003 Server, biasanya tidak bisa menggunakan smbfs, karena ada service dari Windows 2003 Server yang menghalangi. Untuk itu, coba gunakan file type cifs, perintahnya menjadi:
mount -t cifs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
Perhatikan, karena menggunakan cifs, maka pastikan juga kalau cifs telah terinstall.
Terkadang setelah melakukan mounting, kita juga perlu untuk melakukan unmounting. Kegunaan dari perintah ini adalah untuk melepaskan file-file yang sedang digunakan, sehingga file tersebut tidak rusak. Contoh paling nyata adalah USB Flash disk, jika filenya dibuka dan USB Flash disk dicabut, maka ada kemungkinan file tersebut akan rusak. Jadi untuk amannya adalah menggunakan unmounting. Perintah unmounting adalah:
umount MountPoint.
Contoh berdasarkan contoh di atas, maka unmounting-nya adalah
umount /mnt/hdd2
umount /mnt/cdrom
umount /mnt/usbfd
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting folder sharing windows, silakan lihat di sini
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting otomatis, silakan lihat di sini
Akses Folder Sharing Windows
Untuk yang ingin mengetahui dasar-dasar mounting, silakan lihat di sini
Linux dapat juga mengakses folder yang disharing di Windows. Syaratnya adalah paket smb-client telah terinstall. Untuk mengaksesnya, Kita akan menggunakan perintah mounting. Ya benar, memang mounting yang sama yang kita gunakan untuk mengakses device storage. Berikut langkah-langkahnya:
Memastikan smb-client telah terinstall. Perintahnya
Quote:# smbclient -L NamaKomputer
NB: Jika NamaKomputer tidak bisa, gunakan alamat IP komputer tersebut
Jika perintah di atas ternyata meminta Kita memasukan password, artinya Kita harus memasukan user name dalam perintah smbclient tersebut. Maka perintahya menjadi:
Quote:$ smbclient -L NamaKomputer -U NamaUser
Ketika diminta password, masukkan password yang sesuai dengan NamaUser yang Kita masukkan tadi. Untuk menghindari masalah, jangan menggunakan NamaUser yang mengandung spasi, jika terpaksa menggunakan NamaUser yang mengandung spasi, gunakan tanda “ (petik) untuk nama user.
Bila muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti smbclient telah berjalan:
Quote:Domain=[WORKGROUP] OS=[Windows 5.0] Server=[Windows 2000 LAN Manager]
Sharename Type Comment
————- —— ——-
IPC$ IPC Remote-IPC
dokumen Disk Sharing Dokumen
ADMIN$ Disk Remoteadmin
C$ Disk Standard share
Server Comment
——— ——-
WINSERVER
Workgroup Master
——— ——-
WORKGROUP WINMACHINE
Langkah selanjutnya adalah membuat folder untuk mounting-nya. Perintahnya
Quote:# mkdir /mnt/windows_dokumen
Sekarang, barulah kita melakukan mounting.
Quote:# mount -t smbfs //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
bila membutuhkan username dan password:
# mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=PasswordUser //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
Untuk Windows 2003, seringkali gagal melakukan mounting, karena adanya service yang menghalagi tipe file smbfs untuk mengaksesnya. Untuk itu, Anda dapat mengganti tipe file smbfs dengan cifs. Contoh
Quote:# mount -t cifs -o username=NamaUser,password=PasswordUser //winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen
Mounting Otomatis dengan FSTAB
Cara mounting di atas, dan mounting yang saya berikan di thread sebelumnya bersifat sementara, artinya ketika komputer di restart, maka kita harus melakukan mounting ulang. Sebenarnya mounting ini dapat dibuat permanen. Caranya, simpan di file /etc/fstab.
Jika dilihat, file FSTAB ini terbagi menjadi 6 kolom. Berikut contoh dari fstab:
Quote:# cat /etc/fstab
/dev/hda1 / ext3 defaults 1 1
/dev/hda2 swap swap defaults 0 0
Keterangan 6 kolom tersebut adalah:
Kolom device, yaitu kolom yang berisi storage device atau folder sharing.
Kolom mount point, yaitu dimana device tersebut akan di mounting.
Kolom file tipe, yaitu tipe file apa yang akan dimounting, misalnya ext3, swap, vfat, ntfs, dsb.
Kolom pilihan, yaitu berisi pilihan apa saja saat akan dilakukan mounting. Misalnya, apakah akan dimounting read-only (ro), read-write (rw), dsb.
Kolom dumping, yaitu berguna untuk menentukan file sistem yang akan di dump oleh perintah dump. Perintah dump ini berguna untuk menentukan apakah akan dibackup atau tidak. Angka yang dapat diisi adalah:
0 = file system tidak akan di backup (melalui perintah dump).
1 = file system akan dibackup.
2 = akan dibackup hari berikutnya.
NB: Untuk Linux ddengan kernel di atas 2.2, parameter ini tidak digunakan, jadi hanya sebagai kompabilitas saja
Kolom check, kolom ini berguna untuk menentukan apakah file sistem akan di-cek saat sistem reboot. Perintah ini mirip dengan Scandisk di Windows saat komputer tidak dimatikan dengan benar. Angka yang dapat diisi adalah:
0 = Tidak diperiksa
1 = Periksa untuk partisi root
2 = Periksa untuk partisi selain root.
Pastikan untuk device yang berupa folder sharing, CDROM, dan sebagainya yang bukan merupakan HDD Kita (atau yang dimounting dengan read only) isikan dengan 0. Karena tidak ada gunanya kita memeriksa semua device tersebut.
Sekarang kita akan coba untuk memasukan perintah mounting folder sharing windows dalam postingan sebelumnya ke dalam file fstab ini, tambahkan baris ini ke dalam fstab (dalam 1 baris)
Quote://winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen cifs defaults,username=NamaUser,password=PasswordUser 0 0
Dengan demikian, setiap kali komputer restart, maka folder sharing windows tersebut akan dimounting secara otomatis. Tetapi ternyata masalah belum selesai sampai di sini. Kenapa? Seperti Anda lihat, bahwa password-nya disimpan dalam file fstab itu sendiri dan ini jelas sekali tidak aman.
Cara yang aman adalah, Anda harus membuat 1 buah file yang berisi username dan password tersebut. Contoh
Quote:# vi /etc/winpasswd
username = NamaUser
password = PasswordUser
Kemudian, ganti permissionnya agar hanya dapat dibaca oleh root saja.
Quote:# chmod 600 /etc/winpasswd
Langkah terakhir, ganti baris mounting di file fstab menjadi
Quote://winshare/dokumen /mnt/windows_dokumen cifs defaults,credentials=/etc/winpasswd 0 0
Nah, sekarang mounting otomatis Anda telah selesai, dan password juga aman. Untuk melihat hasil dari file fstab ini, Anda bisa melakukan restart.
Tetapi, kalau kita sering melakukan modifikasi terhadap file /etc/fstab, apakah tidak menjadi buang-buang waktu untuk melakukan restart? Sebenarnya ada cara mudah untuk memuat kembali file /etc/fstab tanpa perlu melakukan restart. Gunakan perintah:
Quote:# mount -a
Konfigurasi Printer
Konfigurasi printer yang paling umum di Linux adalah menggunakan CUPS. Untuk itu pastikan CUPS telah diinstall dan dijalankan.
Jika CUPS belum diinstall, Anda harus menginstall paket CUPS ini. Yang harus diinstall, adalah CUPS dan CUPS-drivers. Untuk mengetahui apakah CUPS ini sudah diinstall atau belum, Anda dapat mengetikan perintah # rpm -qa | grep cups.
Untuk memeriksa apakah CUPS telah dijalankan atau tidak, gunakan perintah service cups status. Jika ternyata belum dijalankan, gunakan perintah berikut untuk menjalankannya service cups start.
Ada 2 macam cara untuk melakukan konfigurasi printer, yaitu melalui Control Center (di Mandriva di namakan PrinterDrake) dan melalui Browser.
Konfigurasi printer melalui control center, sangat mudah sekali, seperti kita melakukan installasi printer di Windows, dan cara ini memang yang paling umum. Tetapi dalam pembahasan kali ini, Kita akan melakukan installasi printer melalui browser.
Untuk memulai konfigurasi, jalankan browser Anda dan ketikan localhost:631 pada alamat browser Anda. Bila muncul menu login, isikan username root dan passwordnya.
Berikut langkah-langkah installasi printernya:
Pilih Add Printer
Isikan Name, Location dan Description. Pengisian bebas, tetapi diusahakan pengisiannya sejelas mungkin agar orang lain yang membacanya dapat mengetahui tipe printer, lokasi printer tersebut.
Pilih jenis koneksi dengan printer (paralel port, USB, serial port atau printer windows).
Pilih merk printer
Pilih tipe printer
Setelah langka-langkah tersebut dilakukan, maka installasi printer telah selesai dilakukan.
Saya memang tidak menjelaskan secara terperinci untuk masalah installasi printer ini, karena hal itu dapat dengan mudah dilakukan via GUI. Di sini, Saya akan lebih banyak menjelaskan tentang konfigurasi dari CUPS itu sendiri.
File konfigurasi printer berada di
Quote:/etc/cups/printer.conf
Sedangkan file konfigurasi CUPS berada di
Quote:/etc/cups/cupsd.conf
Bila printer Anda tidak berada dalam database driver CUPS, Anda dapat men-download versi terbaru dari CUPS di alamat http://cups.org.
Untuk printer HP (Hewlet Packard) yag mengalmi masalah berupa tidak bisa nge-print, dapat menggunakan driver foomatic.
Untuk melihat file log dari CUPS (bisa CUPS dirasakan ada masalah), ketikan perintah berikut:
Quote:# tail -f /var/log/cups/error_log
Perlu diketahui bahwa perintah tersebut bersifat realtime, artinya proses penampilan log akan terus diupdate. Untuk kembali ke sheel, tekan Ctrl+C.
Bila printer Anda mengalami masalah dengan sharing ke Windows (tidak bisa nge-print), maka Anda harus:
Cek file /etc/cups/mime.convs
Perhatikan di baris bawah, dan pastikan baris application/octet-stream tidak di comment.
Cek juga file /etc/cups/mime.types
Perhatikan juga untuk baris yang sama. Dan pastikan juga diberikan comment.
Masalah ini yang harus Anda lihat terlebih dahulu, karena error inilah yang menyebabkan kesalahn terjadi. Setelah file konfigurasi di ganti, dan jalankan ulang service-nya dengan perintah service cups restart
Bash Shell
Pengantar
Pernahkah Kita memikirkan mengenai proses yang terjadi ketika Kita memberikan perintah kepada Linux?
Setelah perintah diberikan, ada beberapa proses yang terjadi, tetapi Kita hanya memperhatikan tingkat yang paling atas yaitu shell. Secara sederhana, shell adalah user interface kepada sistem operasi, baik itu DOS, Windows, maupun *NIX.
Ada beberapa macam shell, yang paling umum adalah Bash, yang dikenal sebagai user interface berbasis karakter. Jenis interface lainnya adalah GUI (Graphical User Interface). Yang Kita akan bahas di sini adalah shell yang berbasis CLI, dan lebih spesifik mengenai Bash Shell.
Berkenalan dengan Shell
Tugas shell adalah menerjemahkan perintah yang diberikan user menjadi bentuk perintah yang dimengerti oleh sistem operasi. Contoh
Quote:ls > list.txt
Perintah tersebut berarti menampilkan isi direktori saat ini ke dalam file list.txt. Jadi tampilan tersebut tidak ditampilkan ke layar, tetapi langsung ke file list.txt ini.
Proses yang dikerjakan oleh shell adalah:
Memisahkan baris perintah tersebut menjadi 3 bagian: ls, > dan list.txt
Menentukan fungsinya, dimana ls adalah perintah, > dan list.txt adalah instruksi I/O
Menset I/O berdasarkan > list.txt dan beberapa instruksi standar dan implisit
Mencari perintah ls dan menjalankannya
Daftar shell yang terpasang berada di file /etc/shells. Pemeriksaan lainnya juga dapat dilakukan dengan perintah berikut (walau tidak semuanya benar)
Quote:$ls /bin | grep sh
Bila Kita benar-benar ingin memeriksa shell yang ada, Kita bisa mengkombinasikan kedua cara di atas dengan perintah berikut
Quote:$ for f in `grep -v ^# /etc/shells`; do if [ -f $f]; then echo $f; fi; done
Bash (Bourne Again Shell)
Bourne Again Shell (Bash) dinamakan seperti itu karena shell ini mengacu pada shell yang dibuat oleh Steve Bourne.
Bash diciptakan untuk digunakan dalam proyek GNU dan juga untuk menjadi shell standar sistem GNU. Bash lahir pada hari Minggu, 10 Januari 1998. Brian Fox yang menulis versi awal bash dan readline dan terus diperbaiki hingga tahun 1993. Chet Ramey bergabung di tahun 1989 dan secara resmi memelihara bash sampai saat ini, dan Ia juga membuat peningkatan-peningkatan lebih lanjut.
Bash semakin populer karena merupakan shell yang umum dalam setiap OS UNIX. Bash juga menyertakan fitur-fitur terbaik shell C dan Korn, dan beberapa fitur unik lainnya. Bash ini tetap kompatibel dengan shell Bourne.
Salah satu fitur Bash yang cenderung menarik adalah mode edit. Dengan edit perintah baris, akan menjadi lebih mudah dalam hal menggunakannya kembali, membetulkan kesalahan ataupun memodifikasinya.
Fitur utama lainnya yang meminjam dari shell C adalah kendali perintah, yang akan memberikan Kita kemampuan untuk memulai, menghentikan dan menunda sejumlah perintah di waktu yang bersamaan.
Keunggulan lainnya adalah Ia banyak menyertakan pilihan dan variabel baru untuk kustomisasi dan fitur pemrograman yang telah diperbaiki untuk menyertakan definisi fungsi, aritmatika integer, kendali I/O, dsb.
Menggunakan Bash
Umumnya, bila Kita berkutat di CLI, maka sebenarnya Kita telah menggunakan Bash. Sebenarnya di dalam sistem Kita, terdapat lebih dari 1 shell.
Untuk mengetahui Kita bekerja di shell yang mana, ketikkan perintah
Quote:echo $SHELL
Bila kita tidak menggunakan Bash, dan ingin memakainya, ketik perintah bash. Tetapi Kita juga harus memastikan bahwa bash memang ada di sistem Kita. Bila menemukan pesan not found artinya bash belum terinstall di sistem Kita.
Bila Kita ingin menjadikan bash sebagai shell default, berikan perintah berikut:
Quote:$ chsh
Lokasi bash bisa diketahui dengan perintah which bash. Selanjutnya bila Anda melakukan login, maka shell default Anda adalah bash.
Bekerja Dengan Shell
Prompt Shell
Prompt shell merupakan tanda atau tempat yang menandakan bahwa perintah dapat diberikan. Masing-masin shell memiliki prompt yang berbeda. Prompt shell ini juga dapat memberitahukan kepada Kita bahwa saat ini Kita login dengan root atau user biasa.
Pada shell bash, untuk user biasa ditandakan dengan $ dan untuk root ditandakan dengan #.
Prompt standar shell, sebenarnya dapat Kita ganti. Jadi, bagi Kita yang sering melihat tampilan prompt standar seperti ini
Quote:[user@pclinux home]
maka Kita bisa membuatnya menjadi tampil beda.
Prompt dalam shell bash didefinisikan dengan menggunakan variabel environment PS1. Untuk melihatnya, gunakan perintah
Quote:$ echo $PS1
PS1 digunakan untuk prompt pertama, artinya bila perintah yang Kita berikan tidak cukup satu baris, harus dilanjutkan pada baris berikutnya, maka definisi prompt pada PS2 (prompt kedua) akan ditampilkan.
Untuk mengubah prompt, perintahnya adalah
Quote:$ export PS1=”Prompt Baru”
Nilai yang dapat dimasukkan adalah:
\ = karakter ESC, untuk karakter khusus (misalnya $) dapat dituliskan \$
\u = menampilkan nama pemakai
\h = menampilkan nama host
\w = menampilkan nama direktori kerja saat ini
Contoh, misalkan Kita ingin mengubah prompt standar menjadi seperti ini
Quote:user di pclinux kerja di home >
maka perintah yang kita berikan adalah
Quote:$ export PS1=”\u di \h ada di \w >”
Varibel Environment
Variabel environment adalah daftar variabel untuk menyimpan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh shell dalam melakukan suatu proses. Contoh variabel yang sering digunakan adalah PATH. Variabel ini berguna untuk mencari lokasi suatu program yang akan dijalankan, bila program tidak ditemukan di direktori saat ini.
Untuk menampilkan variabel environment, perintahnya
Quote:$ env
Untuk menampilkan isi suatu variabel environment, perintahnya
Quote:$ echo $NamaVariabelEnvironment
Untuk mendefinisikan, mengubah isi variabel environment, perintahnya
Quote:$ export NamaVariabelEnvironment=Nilai
Untuk menambahkan nilai kepada variabel environment yang sudah ada, perintahnya
Quote:$ export NamaVariabelEnvironment=$NamaVariabelEnvironment:N ilaiBaru
Histori Perintah Shell
Jika Kita sering mengetikan perintah shell, Kita biasa menggunakan panah atas dan panah bawah untuk menggunakan perintah shell yang sudah pernah Kita berikan. Bahkan perintah tersebut akan terus ada walaupun Kita telah melakukan Log-off ataupun mematikan komputer. Kenapa bisa begitu? Karena semuanya tersimpan di dalam file .bash_history yang berada di direktori home setiap user. Contoh jika ingin melihat daftar histori perintah yang pernah diberikan, maka Kita bisa memberikan perintah history.
Perintah untuk memanggil kembali, selain dengan panah atas dan panah bawah juga bisa dengan menggetikan nomor perintahnya. Misalnya, Kita ingin memanggil perintah ls -al yang pernah Kita berikan. Dari perintah history yang Kita lihat, ternyata perintah ls -al ini berada di nomor urut 11, maka perintah yang Kita gunakan adalah
Quote:$ !11
Alias dan Unalias
Misalkan, Kita mempunya perintah yang sangat panjang tentu akan tidak efisien bila Kita sering menggetikan perintah yang panjang tersebut. Atau misalkan Kita ingin menggunakan bahasa Indonesia dengan perintah-perintahnya, semua hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alias. Perintahnya adalah
Quote:$ alias NamaAlias=Perintah
$ alias NamaAlias=’Perintah’
$ alias NamaAlias=”Perintah”
Contoh, Kita dapat memberikan perintah berikut
Quote:$ alias la=’ls -al’
maka ketika Kita mengetikan perintah la, hasil yang muncul akan sama dengan Kita memberikan perintah ls -al.
Hebatnya, Kita bahkan bisa mendefinisikan ulang perintah dasarnya. Contoh perintah berikut akan mengubah perilaku dari perintah ls
Quote:$ alias ls=’ls -al
maka setiap kali Kita mengetikan ls maka hasil yang muncul adalah sama dengan perintah ls -al.
Untuk melihat daftar alias yang telah ada, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:$ alias
Untuk menghapus alias, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:$ unalias -a | NamaAlias
Perintah -a artinya untuk menghapus semua alias yang aktif.
Perintah alias ini akan disimpan per user, jadi user A bisa memiliki alias yang berbeda dengan user B.
Leave a Reply
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
Anti-spam word: (Required)*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Langganan:
Komentar (Atom)
